loading...
Loading...
Petani cengkih Desa Kembang belajar budidaya durian di Desa Tengger

WONOGIRI-Para petani cengkih Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, berupaya mengembangkan tanaman durian. Langkah tersebut diawali dengan belajar budidaya durian di salah satu sentranya, Desa Wisata Durian, Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem.

Perwakilan petani cengkih Desa Kembang, Sukadiyanto, Senin (19/2/2018) mengatakan, kunjungan belajar dilaksanakan Minggu (18/2/2018). Para petani melihat langsung proses pembuatan bibit dan cara tanam di kebun durian yang ada di Dusun Pogog.

“Kami berencana mengembangkan durian di Desa Kembang yang memiliki struktur dan kontur tanah hampir sama (dengan Dusun Pogog),” ungkap dia.

Baca Juga :  Gawat, Elpiji 3 Kg Langka di Wonogiri

Dia menyebutkan, tanaman cengkih di wilayahnya banyak yang mati terserang hama. Lantaran itu mereka kemudian berencana beralih mengembangkan tanaman lain sebagai gantinya, dalam hal ini durian.

Pemilihan Dusun Pogog sebagai tujuan belajar, menurut dia, bukan tanpa sebab. Dusun Pogog merupakan salah satu desa penghasil durian terbaik di Wonogiri. Durian Pogog saat ini banyak diburu para penggemar durian. Pasalnya, daging buahnya tebal dan lembut, warnanya kuning keemasan, serta rasanya juga manis menggoda.

Selain soal rasa, keunggulan lain durian ini adalah bobot durian yang fantastis. Satu durian bisa mencapi sembilan kilogram.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Materi MPLS di SMAN Manyaran Wonogiri, Ada Panen Lele Juga Lho

“Kegiatan belajar diawali dengan melihat langsung ke kebun durian. Para petani diajak keliling kebun durian sembari mendapatkan penjelasan berkaitan dengan jenis tanaman durian, cara perawatan, dan cara pemupukan. Setelah selesai dari kebun petani mendapatkan penjelasan bagaimana tehnik membuat bibit durian yang unggul, para petani diberikan pengetahuan cara membuat bibit unggul dengan berbagai teknik salah satunya sisip dan cungkup,” jelas dia.

Sementara menurut Kang Rimo selaku pengelola Desa Wisata Durian Pogog, menyebutkan sangat terbuka dengan siapapun yang mau berbagi ilmu tentang durian. Baik dari proses pembuatan bibit unggul, cara tanam, cara perawatan bahkan pasca panen pihaknya siap menampung hasil buah durian dari para petani.

Baca Juga :  Diwarnai Bagi-bagi Helm Mug dan Kaos, Police Goes to School Polres Wonogiri Sampaikan Pencegahan Laka Pada Pelajar

Informasi yang dihimpun, ratusan batang pohon cengkih di Desa Kembang, tiba-tiba mengering dan mati. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Petani menduga ratusan pohon cengkih mati karena diserang hama.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh para petani untuk menanggulangi hama. Salah satunya melalui kerjasama dengan sebuah perusahaan besar selaku mitra, tapi hasilnya nihil. Sehinga para petani merugi banyak. Aris Arianto

Iklan
Loading...