JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Resik-resik Sungai Krisak, Kurangi Resiko Bencana Sekaligus Cegah Sungai Jadi Tempat Sampah Terpanjang

Resik-resik sungai Krisak, Minggu (18/2/2018)
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Resik-resik sungai Krisak, Minggu (18/2/2018)

WONOGIRI-Sekitar 250 orang terlibat dalam pembersihan aliran Sungai Krisak, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Minggu (18/2/2018).

Sepanjang aliran sungai sekitar 800 meter dilakukan upaya penanganan dan penataan tepian sungai dari rumpun bambu. Sekalian itu pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah sungai. Kegiatan juga dalam rangka menyongsong Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018 serta upaya optimalisasi pemanfaatan sungai bagi masyarakat sekitar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan, kegiatan itu digelar bersama komunitas sungai Singo Tirto Asri dan pemerintah Desa Singodutan. Ditambah relawan dari berbagai komunitas dan daerah di Wonogiri.

Baca Juga :  Soal Bantuan Uang Misterius 700 Ribu Perbulan, Begini Tanggapan Pemerintah Desa Sendang Kecamatan Wonogiri, Kades Sebut Kurang Tepat

“Hari ini kami mengadakan resik-resik sungai bersama warga, komunitas sungai, relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana), dan para pegiat lingkungan,” kata dia.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memacu terwujudnya optimalisasi manfaat sungai di Kabupaten Wonogiri. Muaranya mengembalikan fungsi alamiah sungai, menjadikan sungai sebagai tempat rekreasi, sehingga mampu mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, beberapa sungai kini dalam kondisi memprihatinkan karena kurang terawat bahkan telah beralih fungsi. Terbukti dari masih banyak ditemukan lokasi di sungai yang dijadikan tempat pembuangan sampah.

Baca Juga :  Perempuan Tewas Terbakar di Mobil Merupakan Warga Bulak Nambangan Kecamatan Selogiri Wonogiri, Tercatat Sebagai Anggota IWAPI Wonogiri

“Masih ada sebagian masyarakat yang menggunakan sungai sebagai tempat sampah terpanjang. Jika tidak dicegah akan memunculkan potensi bencana yang lebih besar, banjir misalnya,” ujar Bupati.

Oleh karenanya, perlu kesadaran dari warga desa dan setiap rumah tangga di sekitar sungai untuk menyiapkan pembuangan sampah sendiri. Selain itu, pemerintah juga akan ikut memberikan edukasi dan pendampingan untuk menekan perilaku yang merusak sungai. Aris Arianto