JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ustadz Abdul Somad Dapat Hadiah Keris Kyahi Sasmita

Instagram/Salim A Fillah
Instagram/Salim A Fillah

Ustadz Abdul Somad mendapat hadiah berupa sebilah keris dari Yayasan Mandat Mataram. Dalam akun instagram ustadz Salim A Fillah Senin(19/2/2018) disebutkan bahwa pemberian hadiah tersebut sebagai tanda sih-katresnan (cinta) ukhuwah bagi Tuan Guru ustadz Abdul Somad.

twitter/ sahabatalaqsha

Keris yang dihadiahkan diberi nama Keris Kyahi Sasmita. Dalam Instagramnya Ustadz Salim A Fillah menjabarkan tentang keris tersebut, berikut penjelasannya;

Keris tersebut dinamai Keris Kyahi Sasmita. Makna “Sasmita” sesuai kepribadian ustadz Abdul Somad yaitu; luwes karena manthiq yang kokoh dan santun karena balaghah yang mantab khas fuqaha’ Syafi’iyyah, faham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal para ‘ulama, ketat pada diri tapi membawa keluasan bagi ummat.

Dhapur (Bentuk Tampilan) keris ini disebut Sempaner atau Sempana Bener. Sempana artinya fathanah (cerdas cerdik), Bener artinya shiddiq (jujur dan lurus). Ini sesuai dengan pembawaan Tuan Guru sebagai da’i, yang dikenal masyarakat selama ini.

Pamor (Pola Hiasan Meteorit) pada bilahnya termasuk Wahyu Tumurun. Ini menggambarkan Al Quran yang nuzul sebagai bimbingan terus-menerus dalam kehidupan. Adapun Tangguh (Prakiraan Masa Pembuatan) keris ini mendekati ciri Mataram Sultan Agung (1613-1645).

Deder (Hulu Keris) terbuat dari Kayu Trembalo Jawa yang disungging. Warangkanya berbentuk Wulan Tumanggal (Bulan Sabit) sebagai lambang syiar Islam yang masuk ke Nusantara. Warangka ini populer pada masa Demak hingga masa Sultan Agung. Bahannya kayu Trembalo Jawa gandar iras (utuh), kayu istimewa untuk sarung pusaka.

Sunggingan pada sarung dan hulunya berpola hias Modang, maknanya nyala api yang tak pernah padam, menunjukkan semangat perjuangan yang terus hidup. Sunggingan ini berintikan lambang perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha seperti permintaan Tuan Guru, agar beliau selalu ingat untuk bersumbangsih memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

Baca Juga :  Sebagian Warga Jakarta Dihebohkan Suara Dentuman Misterius

Selamat mewangking dhuwung, penanda waspada dan hati-hati, Tuan Guru!.

 

Berikut beberapa komentar dari para netizen menanggapi hadiah kepada ustadz Abdul Somad berupa keris tersebut

drshamzahlukmanUntuk urusan keris itu baik-2 saja karena keris warisan dari Leluhur kita. Permasalahannya adalah seseorang yang akan menerima keris perlu tahu isi khodam yang ada didalam keris itu agar membawa keselamatan bagi orang yang akan menerima keris itu

[email protected] Insyaallah tidak pakai khodam-khodaman Pak. Salah satu misi Yayasan Mandat Mataram mengembalikan keris pada pemaknaan ilmu, seni, dan sejarah sesuai amanat UNESCO saat menobatkan keris sebagai Warisan Dunia Takbenda pada 2005.

[email protected] Bahkan, para sesepuh dulu pun tatkala menggunakan keris ada seninya, seperti halnya menggunakan pedang; mulai dari cara memegangnya hulu/gagang kerisnya, menghadapkan ujung keris, menyabet dan menusuk, bahkan menggunakan warangka-nya untuk perang. Dlm khazanah ‘weapon’, keris biasanya dimasukkan kategori ‘dagger’ (bangsa belati/pisau). Mugi tansah berkah rahayu Ust. Bãrakallãhu fîk. Marwantoro

View this post on Instagram

KYAHI SASMITA Keris Tuan Guru ABDUL SOMAD @salimafillah . Hadiah itu tanda cinta. Menghadiahkan hal yang dicintai pada orang tercinta adalah secinta-cintanya cinta. "Tahaaduu tahaabbuu", demikian sabda Nabi ﷺ. . Telah beberapa waktu, kami di Yayasan Mandat Mataram memikirkan keris apakah kiranya yang tepat untuk jadi tanda sih-katresnan ukhuwah bagi Tuan Guru @ustadzabdulsomad. Ketika ianya masih dalam rancangan, tetiba tim @tafaqquhonline menghubungi kami, menyatakan bahwa Tuan Guru memang menghendaki sebilah keris sebagai ageman untuk penganugerahan suatu gelar budaya bagi beliau. . Maka dalam waktu yang terbatas, kami coba untuk memenuhi harapan sesuai pesanan beliau, sekaligus juga mempersiapkan hadiah persaudaraan itu. . Hari ini, jadilah pesanan beliau. Keris bernama Kyahi Sasmita, dipersembahkan kepada Tuan Guru Abdul Somad, Lc., MA. dengan harapan dan doa agar beliau senantiasa mewakili suara nurani yang memberi petunjuk pada ummat. . Dhapur (Bentuk Tampilan) #keris ini disebut Sempaner atau Sempana Bener. Sempana artinya fathanah (cerdas cerdik), Bener artinya shiddiq (jujur dan lurus). Ini sesuai dengan pembawaan Tuan Guru sebagai da'i, yang dikenal masyarakat selama ini. . Pamor (Pola Hiasan Meteorit) pada bilahnya termasuk Wahyu Tumurun. Ini menggambarkan Al Quran yang nuzul sebagai bimbingan terus-menerus dalam kehidupan. Adapun Tangguh (Prakiraan Masa Pembuatan) keris ini mendekati ciri Mataram Sultan Agung (1613-1645). . Deder (Hulu Keris) terbuat dari Kayu Trembalo Jawa yang disungging. Warangkanya berbentuk Wulan Tumanggal (Bulan Sabit) sebagai lambang syiar Islam yang masuk ke Nusantara. Bentuk #warangka ini populer pada masa Demak hingga masa Sultan Agung. Bahannya kayu Trembalo Jawa gandar iras (utuh), kayu istimewa untuk sarung pusaka. . Sunggingan pada sarung dan hulunya berpola hias Modang, maknanya nyala api yang tak pernah padam, menunjukkan semangat perjuangan yang terus hidup. Sunggingan ini berintikan lambang perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha seperti permintaan Tuan Guru, agar beliau selalu ingat untuk bersumbangsih memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis. . Selamat mewangking dhuwung, penanda waspada dan hati-hati, Tuan Guru!

A post shared by Salim A. Fillah (@salimafillah) on