JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bupati Kediri Belajar Pertanian Organik ke Wonogiri

Pemeriksaan ternak sapi oleh petugas Dislapernak Wonogiri
Pemeriksaan ternak sapi oleh petugas Dislapernak Wonogiri

WONOGIRI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jatim belajar pola pertanian organik di Wonogiri. Pola tersebut akan diaplikasikan di Kediri nantinya.

Rombongan Pemkab dipimpin langsung Bupati Kediri, Haryanti  Sutrisno. Bersama sejumlah pejabat teras Pemkab Kediri dan tokoh petani di kabupaten itu, pihaknya melakukan studi banding ke daerah Wonogiri, Kamis (8/3/2018).

Dengan diantar Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa rombongan mengunjungi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Pengayom Tani Sejagad, Desa Kebonagung Kecamatan Sidoharjo yang dinilai berhasil mengembangkan pertanian organik.

Baca Juga :  Fenomena Apa ini, 4 Pasien Positif COVID-19 di Wonogiri yang Meninggal Mengalami Pengentalan Darah, Satgas Percepatan Langsung Koordinasi Dengan Pemprov, Alkes di RSUD pun Ditambah

Menurut Bupati Kediri, pihaknya mengajak tokoh petani andalan di daerahnya dan beberapa OPD untuk belajar soal pertanian organik. Pihaknya ingin mengadopsi keberhasilan Wonogiri untuk diterapkan di Kediri yang baru sekitar 2-3 tahun ini mengembangkan pertanian organik.

Baca Juga :  Catat Ya, Dana Kampanye Pilkada Wonogiri 2020 Dibatasi 40 M, Sumbangan Dari Badan Usaha dan Perorangan Juga Dibatasi, Terus Berapa Saldo Awal Dana Kampanye Josss dan Harjo?

Direktur BUMP Pengayom Tani Sejagad Sidoharjo Wonogiri, Hanjar Lukitojati, menerangkan, BUMP yang dipimpin kini memiliki 500 hektare lahan pertanian organik. Selain pertanian organik, kata dia, pihaknya juga mengembangkan peternakan sapi dan sektor lainnya.

“Awal berdiri kami hanya memiliki sekitar 14 ekor sapi, kini sudah ribuan dan melayani pembeli di tujuh kecamatan,” papar dia. Aris Arianto