JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Kelam Prabowo Kena Begal Saat Malam Mingguan di Sragen. Uang dan HP Lenyap, Sempat Takut Pulang ke Rumah

Dua tersangka begal berpedang saat dicokok dan dibawa ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dua tersangka begal berpedang saat dicokok dan dibawa ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ada cerita kelam menimpa Prabowo. Saat tengah asyik nongkrong di Sragen, dia menjadi korban kawanan begal berpedang.

Dia yang tengah asyik menikmati malam Mingguan bersama rekannya, mendadak dihampiri oleh dua begal yang membawa senjata pedang.  Pelaku yang diketahui dua orang,  sempat mengancam dengan mengacungkan pedang.

Walhasil,  karena ketakutan, Prabowo terpaksa harus merelakan uang dan HP miliknya jatuh dirampas paksa oleh pelaku. Tak cukup sampai di situ,  cerita soal derita Prabowo berlanjut.

Rupanya kejadian itu membuatnya ketakutan untuk pulang. Ia takut kalau orangtuanya memarahinya karena HP miliknya dirampas pelaku.

Tapi Prabowo yang ini, bukanlah Prabowo sang pemimpin sebuah partai. Akan tetapi,  dia adalah siswa SMP asal Dukuh Katukan,  Puro, Karangmalang,  Sragen.

Dia menjadi korban begal saat nongkrong di depan Balai Desa Puro,  Sabtu (24/3/2018) malam bersama temannya, Damas Hikmar Ghifari (14) asal Kampung Teguhan RT 8/3, Sragen Wetan dan Prabowo (15), temannya asal Dukuh Katukan, Desa Puro,  Karangmalang.

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Covid-19 dari Pengusaha Asal Plupuh Sragen. Dua Keluarga Ibu dan Anak Dinyatakan Positif Setelah Tular-tularan

“Iya,  korban sempat ketakutan dan nggak berani pulang ke rumah. Akhirnya orangtuanya mencari dan kemudian setelah pulang menceritakan kejadian begal yang dialaminya,” papar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Karangmalang,  AKP Agus Irianto,  Selasa (27/3/2018).

Sempat membuat gempar, petualangan kawanan begal yang menyasar Prabowo pun akhirnya berakhir. Tak butuh waktu lama,  kedua pelaku akhirnya berhasil terlacak hanya dalam hitungan jam setelah dilaporkan ke Polsek Karangmalang.

Komplotan yang ternyata digawangi oleh dua orang pemuda itu berhasil tertangkap selama dua hari Minggu (25/3/2018) dan Senin (26/3/2018).

Kedua tersangka begal yang membawa senjata pedang untuk menakuti korbannya itu masing-masing diketahui bernama Aris Joko Prasetyo (22) dan Kempul (25). Aris diketahui berprofesi sebagai pengamen asal Jl.  Ronggowarsito,  Gang Mawar RT 10/5, Karangtengah,  Ngawi,  Jatim sedang Kempul diketahui sebagai tukang parkir asal Dukuh Jetak, Desa Jetak,  Sidoharjo,  Sragen.

Tersangka pertama, Aris ditangkap hanya 1,5 jam dari sejak kejadian itu dilaporkan ke Polsek Minggu (25/3/2018) siang.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Korban Meninggal Suspek Covid-19 di Sragen. Berasal dari Gemolong, Dirawat di RS Solo, Jadi Korban Meninggal ke- 39

“Setelah korban dan orangtuanya melapor ke Polsek,  tim penyidik Polsek langsung bergerak.  Dari keterangan korban yang sempat mengenali ciri-ciri fisik pelaku,  tim langsung melakukan identifikasi daftar resedivis. Dan mengarah ke A (Aris).  Saat itu juga,  A langsung dilacak ke rumahnya dan saat digeledah ternyata benar,  bahwa dua HP milik korban ada di tangannya dan diakui telah dirampas paksa pada malam kejadian, ” terang Kapolres.

Sementara AKP Agus Irianto menguraikan setelah meringkus Aris,  tim melakukan pengembangan penyidikan untuk menguak rekan komplotannya. Dari mulut Aris,  keluarlah pengakuan bahwa aksi begal Sabtu (24/3/2018) malam di Puro dilakukannya bersama Kempul.

Sayangnya,  saat dilacak Minggu (25/3/2018), Kempul tak berada di rumahnya. Baru sehari berselang,  Senin (26/3/2018), Kempul berhasil diciduk dalam sebuah penggerebekan oleh tim Penyidik Polsek Karangmalang. Keduanya kini diamankan di Mapolres untuk proses hukum lebih lanjut. Wardoyo