JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Penemuan Mayat Membusuk di Bangunsari Sragen. Saat Pintu Dibuka, Anak Korban Langsung Histeris

Tim Inafis Polres dan PMI saat mengevakuasi jasad warga Bangunsari, Sragen Kulon yang ditemukan tewas membusuk, Jumat (16/3/2018) pagi. Foto/Wardoyo
Tim Inafis Polres dan PMI saat mengevakuasi jasad warga Bangunsari, Sragen Kulon yang ditemukan tewas membusuk, Jumat (16/3/2018) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga Kampung Bangunsari, Sragen Kulon digemparkan dengan temuan mayat membusuk di kampung setempat, Jumat (16/3/2018) pagi. Korban yang kemudian diketahui bernama Kamino (70) itu ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan nyaris sulit dikenali.

Jasad kakek malang itu ditemukan sekira pukul 07.00 WIB di rumahnya oleh tetangga korban. Penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan salah seorang tetangganya yang mencium bau busuk saat melintasi rumah korban.

Curiga ada sesuatu tak wajar dari dalam rumah korban, warga akhirnya memberitahu Hani anak korban yang tinggal di Candi Asri, Karangmalang melalui telepon. Pagi itu juga, Hani langsung mengecek kondisi rumah orangtuanya bersama sama.

Baca Juga :  Awas, Ini 10 Potensi Kerawanan di Pilkada Sragen Yang Wajib Diwaspadai. Salah Satunya Kampanye Ajakan Golput, Polres Siagakan 785 Personel Amankan Saat Coblosan

Saat pintu rumah dibuka, mereka kaget bukan kepalang saat mendapati kondisi Kamino sudah tak bernyawa dalam kondisi sudah menghitam tak bisa dikenali. Anak korban pun langsung menangis histeris mendapatiayah tercintanya sudah tidak bernyawa.

Diduga kuat, korban sudah meninggal selama lebih dari 3 hari ini. Tak lama berselang, tim Polres dan Polsek Sragen Kota langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sragen, AKP Suseno menyampaikan dari hasil olah TKP, korban diduga meninggal sudah lebih dari tiga haril. Namun dari hasil visum medis dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga :  Viral, Video Pemandangan Miris Ratusan Pelamar Kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran Sragen Berkerumun dan Berdesakan Memasukkan Lamaran. Sebagian Bahkan Sampai Terinjak-Injak Pelamar Lain

“Sebelumnya, Kamino memang diketahui telah sakait sakitan. Dari anak korban juga sempat memberikan obat kepada orangtuanya, seminggu sebelum kejadian ini,” paparnya.

Kapolsek menguraikan dari keterangan kerabat dan warga, korban dipastikan tidak meninggal secara wajar karena sakit. Hanya saja, kondisi korban yang selama ini tinggal sebarang kara sehingga kematiannya tidak segera diketahui oleh pihak keluarganya.

“Karena keluarga tidak menghendaki diotopsi, jasad korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo