JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Baru Keren, Sawah Desa Beji Nguntoronadi Kantongi Sertifikat Organik

Lahan pertanian di Wonogiri.JSNews/Aris Arianto
Lahan pertanian di Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Berita menggembirakan datang dari sektor pertanian Wonogiri. Lahan persawahan di Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, kini mengantongi sertifikat organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Satuan mengatakan, sertifikat dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik LESOS. Untuk tahap awal ada 16 hektare lahan telah mengantongi sertifikat. Saat ini 12 hektare lahan juga dalam proses memperoleh sertifikat organik.

“Luas sawah secara keseluruhan di Desa Beji mencapai 74 hektare. Ke depan, seluruh sawah di desa itu diarahkan menjadi organik,” kata dia. Senin (26/3/2018).

Baca Juga :  Sebenarnya Kapan to Wonogiri Mau Melaksanakan Sekolah Offline Alias Tatap Muka? Kalau Jawaban Bupati Jekek sih Seperti ini

Dia mengungkapkan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Beji Makmur yang diketuai Sularto desa tersebut harus menempuh proses sangat panjang untuk mendapatkan sertifikat organik. Mereka merintis pertanian organik sejak 2012 lalu dan baru memperoleh sertifikat organik pada 2017.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, Desa Beji mempunyai potensi yang bagus. Panorama alamnya indah, bahkan warga bisa melihat  pemandangan Waduk Gajahmungkur dari desa itu. Dengan demikian, desa itu mempunyai potensi menjadi desa agrowisata dan organik.

Baca Juga :  Baru Tahu Ternyata Cakupan ASI Eksklusif Masih di Angka 48 Persen Padahal Bisa Meningkatkan Imun Bayi Lho

Desa Beji juga tengah memasuki masa panen padi organik. Hasil panen padi organik rata-rata mencapai 5,2 ton gabah kering giling per hektare. Padi yang ditanam jenis rojolele, IR-64 dan beras merah.

Harga beras putih organik mencapai Rp 18.000 per kilogram, sedangkan beras merah organik mencapai Rp 20.000 per kilogram. Mereka mengemas padi organik lalu memberi label sendiri dengan nama Up Rice. Aris Arianto