loading...
Loading...
Facebook

JAKARTA-– Seorang pengendara mobil Nissan Serena mengunggah video saat mengisi bahan bakar di  stasiun pengisian bahan bakar umum(SPBU) di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam video berdurasi 41 detik itu, pengendara mobil menduga telah terjadi kecurangan di pompa bensin tersebut. Sebabnya kapasitas tangki mobil yang hanya 60 liter, ternyata diisi hingga 73 liter oleh petugas SPBU.

Ihwal beredarnya video tersebut, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dian Hapsari Firasati mengatakan pihak SPBU langsung meminta maaf kepada pemilik mobil. “Pihak SPBU langsung mencari solusi bersama dan hanya membebankan biaya Pertalite sebesar 55 liter kepada konsumen,” kata Dian melalui pesan singkat, Minggu (25/3/2018).

Dia mengatakan pihaknya selalu memastikan kepuasan pelayanan kepada pelanggannya. Hal tersebut dilakukan Pertamina dengan mengecek langsung ke ke SPBU 34 13501 tersebut.

Demi memastikan terjaminnya kepuasan pelanggan, pihaknya pun telah melakukan uji tera nozzle Pertalite di sana. “Setelah kami melakukan uji tera sesuai dengan ketentuan standar Pertamina, didapatkan bahwa nozzle sudah sesuai standar yaitu dengan batas toleransi dibawah -60 ml / 20 liter. Kami mendapati nozzle tersebut setelah diuji tera masih berada pada batas toleransi yang sesuai yaitu -40 ml / 20 liter,” ujar Dian.

Baca Juga :  Laode M Syarif: Pemerintah Sudah Ingkari Konvensi Antikorupsi PBB

Dian menambahkan, saat ini nozzle Pertalite sementara ditutup untuk dilakukan pengecekan oleh badan yang berwenang yaitu Badan Metrologi. Pengecekan akan dilakukan Senin, 26 Maret 2018.

“Ini merupakan langkah pertamina memastikan pelayanan kepada konsumen. Kami pun menghimbau kepada masyarakat apabila ditemukan ada kejadian yang tidak sesuai agar dapat menghubungi contact center kami di 1 500 000,” ujarnya.

Video yang menjadi viral itu diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Prakoso Aji Satrio. Video itu memperlihatkan jumlah volume bensin yang tengah diisi mencapai sekitar 73 liter seharga Rp 557 ribu.

Pemilik mobil kemudian protes karena jumlah itu melebihi kapasitas tangki Nissan Serena, yang hanya 60 liter. “Ini 60 liter enggak ada, Mas,” ucap pemilik mobil tersebut.

Baca Juga :  SPBU Tak Boleh Lagi Layani Pembelian Pertalite Pakai Jeriken. Pengecer dan Pertamini Hanya Boleh Jual Pertamax 

Pegawai SPBU lalu menjelaskan pengisian bensin telah dimulai dari angka nol. Namun lagi-lagi pemilik mobil menyebutkan bensin sebanyak 73 liter itu tidak mungkin bisa muat dalam tangki mobil Nissan Serena.

“Ya, tapi itu kan enggak mungkin, Pak. Jauh bener,” ucap pemilik mobil. Atas kejadian itu, pemilik menduga adanya kecurangan yang mengakibatkan harga bensin seolah-olah lebih tinggi.

Tak hanya video, Prakoso juga mengunggah nota pengisian bensin di SPBU itu. Dalam nota tersebut, tertera volume bensin yang diisi mencapai 78,1 liter dengan total harga Rp 593.560.

www.tempo.co

 

 

Loading...