JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Jembatan Cengklok Gesing Ambrol, Longsor Landa Sejumlah Desa di 3 Kecamatan

Petugas mengecek kerusakan Jembatan Cengklok
Petugas mengecek kerusakan Jembatan Cengklok

WONOGIRI-Tanah longsor melanda sejumlah desa di tiga kecamatan wilayah Wonogiri. Kerugian akibat kejadian itu mencapai puluhan juta rupiah.

Longsor melanda Kecamatan Kismantoro, meliputi Desa Lemahbang, Plosorejo, dan Kelurahan Gesing. Longsor juga melanda Desa Tunggur Kecamatan Slogohimo, dan Desa Geneng Kecamatan Bulukerto.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasubag Humas AKP Haryanto, Senin (12/3/2018) mengatakan, longsor terjadi Minggu malam hingga Senin dinihari.

Di Dusun Setren RT 1 RW 7, Desa Lemahbang, material tanah dan batu merusak rumah Misran (51), dan Tardi (45). Dinding rumah mereka yang terbuat dari bambu tertimpa longsor. Hal serupa terjadi di Dusun Soka RT 2 RW 1, Desa Plosorejo. Rumah milik Rebo (51), rusak diterjang longsor.

Baca Juga :  Program Sunat Gratis di Slogohimo Wonogiri Berlanjut, Sasarannya Tetap Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kali ini Dalam Rangka HUT TNI

“Selain itu jembatan di Lingkungan Cengklok RT 3 RW 6, Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, ambrol. Kerugian Rp 25.000.000. Hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan menggerus beton bawah jembatan, beton penahan jembatan yang menghubungkan antar dusun tersebut ambrol,” jelas dia.

Baca Juga :  MUI itu Njejegne Aturan Dengan Hikmah, Disampaikan Ketua MUI Jateng Ahmad Dharoji Ketika Mengukuhkan Pengurus MUI Wonogiri, Ini Para Pengurusnya

Pembersihan material longsor dilakukan dengan melibatkan Polri, TNI, relawan, dan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, menyebutkan, rumah milik Tukijan (60), di Dusun Tunggur RT 3 RW 6, Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, runtuh tertimpa material longsor.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, kerugian material sekitar Rp3.000.000.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Sobo, RT 2 RW 7, Desa Geneng Kecamatan Bulukerto. Dua rumah warga rusak dengan kerugian jutaan rupiah. Aris Arianto