JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kapolres Sragen Ungkap 4 Kejanggalan dari Santri Yang Mengaku Korban Penyerangan Ponpes di Tanon Sragen

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memberikan keterangan pers bersama pimpinan Ponpes Raudlatul Falah, Kyai Umar dan Ustadz Darusman di Polsek Tanon, Jumat (16/3/2018). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memberikan keterangan pers bersama pimpinan Ponpes Raudlatul Falah, Kyai Umar dan Ustadz Darusman di Polsek Tanon, Jumat (16/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Fakta baru terungkap dari perkembangan penanganan kasus laporan penyerangan oleh pria misterius yang melukai seorang santri di Ponpes Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo, Kecik, Tanon, Rabu (14/3/2018) silam. Dari hasil dua hari penyelidikan dan penyidikan secara marathon yang dilakukan tim Polres dan Polsek, ternyata ada empat kejanggalan yang ditemukan dari kasus yang sempat menggemparkan warga tersebut.

Hal itu diungkapkan Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman saat memberikan keterangan hasil penyidikan kepada awak media di Polsek Tanon, Jumat (16/3/2018). Didampingi Pimpinan Ponpes, Kyai Umar Fauzi (55) dan ustadz pengasuh ponpes Kalikobok, Darusman, Kapolres menyampaikan selama dua hari sejak adanya laporan, pihaknya langsung bergerak mengerahkan tim secara marathon melakukan penyidikan dan penyelidikan.

Total ada 14 saksi yang sudah diperiksa dan juga ada sejumlah alat bukti yang diamankan. Dari penyidikan selama dua hari nonstop itu, pihaknya mendapati ada empat poin ketidaksesuaian antara keterangan yang dihimpun tim dengan dengan keterangan yang disampaikan korban (Udin).

Pertama, perihal hasil medis. Setelah dilakukan pemeriksaan baik luar maupun dalam, keterangan petugas medis tidak menemukan tanda kelainan atau bekas luka di tubuh korban. Hal itu diperkuat dari hasil USG dan rontgen yang dilakukan di RS YAkssi Gemolong maupun RS Amal Sehat Sragen tempat korban dirujuk sesaat setelah dilarikan ke Puskesmas Tanon malam kejadian.

Baca Juga :  Divonis 4 Kali Lebih Berat, 3 Terdakwa Korupsi Rp 2 Miliar Proyek RSUD Sragen Kompak Langsung Nyatakan Banding. Jaksa Juga Pikir-pikir

“Waktu di USG di Amal Sehat, Ustadz Darus juga menyaksikan. Dari luar tidak ada bekas luka, tapi korban ini mengaku perutnya sakit terus. Karena petugas medis Puskesmas khawatir sehingga dirujuk di Yakssi Gemolong yang ternyata alatnya kurang, sehingga dirujuk ke Amal Sehat untuk di-USG. Jadi dirujuknya itu sebenarnya karena petugas khawatir karena Udin ini mengeluh terus, bukan karena kondisi lukanya karena kemudian memang tidak ditemukan ada bekas luka atau kelainan,” papar Kapolres.

Kemudian, poin kejanggalan kedua, Kapolres menyampaikan bahwa keterangan Udin sendiri diketahui bertolak belakang dengan keterangan saksi-saksi lain sebagaimana yang ditunjuk atau disampaikan Udin. Menurutnya dari hasil itu, sudah ada 2 poin yang bertolak belakang.

Poin ketidaksesuaian ketiga adalah keterangan yang diberikan Udin sendiri ternyata berbeda di setiap jamnya. Hal tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan kejiwaan oleh tim psikiater yang ditunjuk Polres untuk memeriksa Udin.

“Pada jam ini dia menerangkan fakta A, di jam sama dia menerangkan fakta B,” terangnya.

Selanjutnya, keterangan dari Kyai Umar dan Ustadz Darus yang selama ini mendidik Udin, bahwa sebenarnya mereka sudah mengetahui kondisi bahwa secara pemikiran, Udin memang terbilang kurang dari teman santri lainnya.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

Meski demikian, perihal apakah laporan dan kronologis penyerangan yang diungkapkan Udin hanya bohong belaka, Kapolres menegaskan pihaknya masih menunggu hasil konsultasi akhir ke ahli kejiwaan di RSJD Solo.

“Nanti perkembangannya dari pemeriksaan di Solo dan kesimpulan akhirnya,  akan kami sampaikan, ” pungkas Kapolres.

Seperti diberitakan,  Udin (17) santri asal Wonosobo membuat gempar dengan melapor ke Polsek Tanon Rabu (14/3/2018) petang. Ia mengaku menjadi korban penyerangan pria misterius yang mendadak menerobos ke kamarnya dan memukuli perut serta ulu hatinya.

Korban juga mengaku ditimpa gabah sekarung hingga sempat tak sadarkan diri sekira pukul 11.30 WIB. Keterangan temannya,  saat itu Udin ditemukan dalam kondisi telungkup di kamar dan saat dipergoki pelakunya langsung kabur lewat jendela.

Sempat dilakukan pengejaran namun mereka dan warga mengatakan pelaku menghilang. Udin kemudian dibawa ke Puskesmas Tanon lalu dirujuk ke RS Yakssi Gemolong dan RS Amal Sehat Sragen malam itu juga. Wardoyo