JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kapolri Bilang, Medsos Banyak Sebarkan Informasi Provokatif, Ini Maksudnya

Tribunnews

JOGJA- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut bahwa banyak informasi bersifat provokatif dan berita bohong yang disebarkan lewat media sosial.

Hal itu ia sampaikan seusai menjadi pembicara dalam Diskusi Nasional #8 “Indonesia Maju” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Minggu (11/03/2018).

“Ada kelompok-kelompok yang terorganisir untuk melakukan hal tersebut,” jelas Tito Karnavian.

Ia pun meminta masyarakat agar jangan langsung percaya dan menerima informasi secara mentah-mentah. Selain itu, publik diminta untuk tidak terlibat dalam rantai penyebaran informasi yang provokatif.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

“Jangan menyebarkan informasi yang tidak penting,” pesan Tito.

Terkait persiapan Pilkada dan Pemilihan Presiden tahun depan, Tito menyatakan cukup percaya diri untuk menjaga stabilitas keamanan selama pesta demokrasi berlangsung.

“Tahun-tahun sebelumnya berjalan dengan lancar. Insya Allah pilkada tahun ini juga berjalan lancar di seluruh Indonesia,” ujar Tito.

Selain Tito Karnavian, hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  dan Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta Nazaruddin Umar.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

Pada acara yang berlangsung di Sportorium UMY tersebut, keempatnya menyampaikan berbagai hasil program kerja pemerintah serta rencana ke depan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Ahmad Dofiri, M Si  turut hadir sebagai tamu undangan dalam acara tersebut.

www.tribunnews.com