JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Keterlaluan, Seorang PNS Setrum Anak dan Istrinya Gara-gara Hal Sepele

tribunnews

 

tribunnews

LAMONGAN – Iwan Kurniawan (42), warga Perumda Deket Gang V No. 7 Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tega menyetrum anak dan istrinya karena hal yang sepele.

Dengan sadis Iwan menyetrum anak dan istrinya tersebut dengan aliran listrik PLN di rumahnya.

Aksi kekerasan ini bermula saat istri Iwan, Musyayadah Kurnia Ningsih baru pulang jamaah salat Magrib di masjid, Selasa (27/3/2018) pukul 18.30 WIB.

Saat itu ia melihat putrinya AA (14), yang masih duduk di bangku SMP diikat tangan dan kakinya menggunakan sabuk beladiri, yang lalu dikaitkan ke kursi sofa di dalam rumah.

Korban AA tidak berdaya dan hanya bisa menangis merasakan apa yang dilakukan sang ayah terhadap dirinya.

“Hanya karena anaknya pegang HP saat jam belajar,” kata Musyayadah saat memberikan keterangan pada penyidik Polres Lamongan, Kamis (29/3/2018).

Baca Juga :  Kantongi Identitas Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Tetapkan Oknum Petugas Rapid Test Itu sebagai Tersangka

Kemarahan pria yang juga PNS ini terus memuncak tak terkendali.

Ia tiba-tiba mengambil kabel dan langsung menancapkan pada lubang stop kontak.

Di depan istrinya, pelaku memegang bagian ujung kabel yang sudah teraliri listrik itu, langsung disulutkan dan disetrumkan kepada anaknya hingga berkali-kali selama 7 menit.

Musyayadah yang berusaha menghalangi ulah suaminya, juga menjadi sasaran pelaku dan mendapat perlakuan yang sama.

Musyayadah disetrum tanpa ampun. Pengakuannya, ia sering disetrum kalau Iwan sedang marah-marah.

Selama empat tahun berlangsung, Musyayadah selalu menjadi sasaran kekerasan fisik saat Iwan marah.

Pemicu kemarahan Iwan menurut Musyayadah susah untuk dipahami. Suaminya itu temperamental.

Musyayadah mencoba bertahan dan tidak pernah melawan dengan ulah suaminya.

Baca Juga :  Jokowi Ingatkan Kebebasan Berpendapat di Indonesia Kerap Dibajak

Kejadian terakhir terhadap putrinya itu, akhirnya membuatnya terpaksa melaporkan kejadian ini ke Polres Lamongan.

Semua tindakan kekerasan suaminya diungkap lengkap di depan penyidik.

Berbekal laporan kekerasan dalam rumah tangga oleh korban Musyayadah, Tim Reskrim Jaka Tingkir bergerak cepat mengamankan tersangka saat sedang berada di kantor.

Pelaku digelandang ke polres dan masih intens diperiksa penyidik.

“Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan fisik terhadap anak dan istrinya,” kata Pjs Subbag Humas Polres Lamongan, Iptu Sunaryono, Kamis (29/3/2018).

Alasan pelaku sampai tega menyiksa anak dan istrinya, klasik.

Ia mengatakan istrinya dinilai tidak menuruti perkataan pelaku sehingga terlapor merasa kesal, dan berujung melakukan kekerasan fisik terhadap istri dan anaknya.

www.tribunnews.com