JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Marak Penyerangan Ulama oleh Orang Gila, Polres Sragen Tangkap 9 Orang di Sragen Kota dan Kedawung

Ilustrasi operasi pekat menciduk pengamen dan gepeng. Foto/Wardoyo
Tim Sabhara Polres saat mengamankan delapan orang gila dari operasi di wilayah Sragen Kota, Selasa (6/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Maraknya kasus penganiayaan terhadap ulama di beberapa daerah dengan pelaku orang gila belakangan ini,  membuat jajaran Polres Sragen meningkatkan kewaspadaan.  Selain menggiatkan patroli lapangan,  Polres juga gencar menggelar operasi terhadap orang yang terindikasi gila dan berkeliaran meresahkan masyarakat.

Seperti Selasa (6/3/2018) kemarin,  sebanyak 9 orang terpaksa diamankan tim gabungan dan Polres serta Polsek yang menggelar razia.  Sembilan orang itu delapan diantaranya ditangkap dalam razia gabungan dari Polres,  Satpol PP,  Kesbangpolinmas dan Dinas Sosial.

Delapan orang dengan gangguan jiwa alias gila itu diamankan dari beberapa titik di wilayah Sragen Kota. Mereka diamankan untuk mencegah hal-hal tak diinginkan termasuk mengantisipasi kerawanan dari tindakan ekstrim lainnya.

“Iya tadi mengamankan delapan orang dengan gangguan jiwa. Mereka langsung kita bawa ke Dinsos.  Ini adalah bentuk pelayanan Polri, agar para pemuka agama lebih tenang dan tidak was-was, meski program seperti Bhabinkamtibmas menginap di pondok pesantren sudah kita lakukan,“ kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman Selasa (6/3/2018).

Baca Juga :  Rumah Suharto di Plupuh Sragen Diamuk Kobaran Api. Warga Sempat Berhamburan Bantu Pemadaman, Kerugian Jutaan Rupiah

Selain menjadi trending topik di media sosial (Medsos), fenomena gila tersebut memang menjadi perhatian serius dari kepolisian. Menurutnya dari delapan orang gila yang diamankan,  lima diantaranya berkeliaran di seputaran Pasar Bunder, satu orang di Pasar Nglangon dan dua orang lainnya dirazia dari Kampung Nglorog, Kecamatan Sragen.

Kedelapan orang tersebut kemudian dinaikan ke dalam truk milik Polres Sragen dan dibawa ke Dinas Sosial untuk mendapat penanganan selanjutnya.

Dalam waktu hampir bersamaan,  tim Polsek Kedawung juga mengamankan satu wanita terindikasi gila. Wanita paruh baya itu diamankan setelah diketahui hampir dua minggu berada di sebuah gudang kosong lingkungan kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Dukuh Mlokolegi Desa Celep kecamatan Kedawung Sragen.

Baca Juga :  Gagal Maju Pilkada Sragen, Sukiman-Iriyanto Disebut Jadi Korban Kapitalidasi Proses Rekom Parpol. Rekom Butuh Bermiliar-Miliar, Rus Utaryono Sesalkan Parpol Tunduk Pada Oligarkhi Oportunistik
Tim Polsek Kedawung mengamankan wanita gila Selasa (6/3/2018). Foto/Wardoyo

Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo menerangkan penangkapan wanita itu dikarenakan adanya laporan warga sekitar yang resah. Sebab sejak dua minggu lalu, wanita itu diketahui ada di gudang tersebut.

“Bila siang dia keluar gudang untuk jalan jalan, namun setelah malam ia kembali ke gudang untuk tidur. Perilakunya telah diamati oleh warga sekitar, dan ia di ketahui sepertinya dalam gangguan jiwa, “ terang Kapolsek.

Kapolsek menguraikan dari hasil interogasi,  wanita itu mengaku l bernama Lis Sugiarti asal Solo dan mulai meninggalkan rumahnya di Solo sejak 2 minggu lalu.

“Itupun tanpa keterangan yang jelas, kondisinya berbau karena ia tak pernah mandi. Setelah kita sepakati, wanita tersebut, selanjutnya kita serahkan kepada Dinas Sosial kabupaten Sragen untuk di tindak lanjuti, “ pungkasnya. Wardoyo