JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meski Sangat Mirip, Kapolres Sragen Ungkap Beberapa Ciri Pembeda Uang Palsu Produksi Suji Sekeluarga dengan Uang Asli

Penampakan jutaan uang palsu yang diamankan dari sekeluarga pengedar asal Karangmalang, Sragen, Rabu (21/3/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penampakan jutaan uang palsu yang diamankan dari sekeluarga pengedar asal Karangmalang, Sragen, Rabu (21/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Uang palsu (upal) produksi Sujintoro alias Suji (51) asal Dukuh Jimbar Kulon RT 1/5, Guworejo, Karangmalang diakui memang sangat mirip dengan uang asli. Jika tak cermat menerawang, sepintas upal pecahan Rp 50.000 itu memang terlihat seperti uang asli cetakan Bank Indonesia.

Kemiripan itulah yang membuat upal produksi mereka bisa lolos ke pedagang Pasar Gemolong dan Gabugan Tanon sebelum tertangkap di Pasar Jati Tengah, Sukodono, Rabu (21/3/2018). Meski demikian, Kapolres Sragen AKBP Arif BUdiman mengatakan ada beberapa ciri yang menandakan bahwa uang buatan Suji berbeda dengan uang asli.

Baca Juga :  Berkeliaran Malam-Malam, Pria Misterius Ditangkap Tim PMI Sragen dan Dibawa ke Rumah Singgah

“Kalau dilihat sepintas memang mirip. Tapi kalau diteliti dengan seksama ada perbedaannya. Pertama dari segi pegangan sudah agak beda. Kualitas kertas uang palsu yang mereka edarkan itu jauh lebih rendah dari uang asli. Lalu dari tanda pengaman atau benang juga nggak ada,” ujar Kapolres.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau pedagang yang sempat menerima pembayaran uang palsu dari tersangka, bisa melapor. Kemudian masyarakat diimbau tetap waspada dan cermat dalam setiap bertransaksi untuk menghindari mendapatkan uang palsu.

Baca Juga :  Positif Terpapar Covid-19, Warga Sepat Masaran dan Geneng Tanon, Akhirnya Berhasil Sembuh. Total Sudah 81 Pasien Sembuh, 5 Meninggal Dunia

“Kalau sekiranya menerima uang mencurigakan dan tidak seperti uang asli, silakan segera melapor. Akan kita tindaklanjuti,” tandasnya.

Terkait kasus upal yang menyeret Suji sekeluarga, saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya tidak menutup kemungkinan adanya sindikasi atau jaringan lain yang terlibat di dalamnya. Wardoyo