JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Rumah Dokter Ini Diketuk Berkali-kali Tak Dibuka, Setelah  Pintu Dicongkel, Ternyata…

Tribunnews

SEMARANG – Seorang dokter ditemukan tewas di kediamannya, Minggu (18/3/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB, di Perumahan Vila Aster, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang.

“Terakhir ketemu yang biasa membantu di rumahnya itu kemarin, Sabtu siang,” ujar petugas keamanan perumahan, Leo.

Dokter Indrawati (71) sempat menghubungi langganan laundry untuk mengantarkan baju bersihnya ke rumah. Namun penyedia jasa binatu, Mustika, baru sempat mengantarkan cucian ke rumah itu pada Minggu pagi.

“Katanya rumah sudah diketuk beberapa kali tak ada jawaban,” tambah Leo.

Pada sore hari, Mustika berusaha kembali lagi ke rumah Indrawati tapi kondisi rumah masih tetap hening tanpa suara. Hanya terdengar suara televisi dan AC yang hidup dari dalam rumah.

Baca Juga :  Angel Tenan Disuruh Pakai Masker, 117 Warga Boja Dihukum Bayar Rp 20.000 dan Membersihkan Rumput!

Curiga terhadap situasi rumah yang tak wajar, Mustika langsung memberikan laporan kepada petugas keamanan. Mereka pun berusaha memeriksa keadaan bangunan tersebut bakda isya.

Menurut hasil pemeriksaan, dokter Indrawati (71) diduga berpulang akibat sakit yang dideritanya. Dia ditemukan dalam kondisi meninggal di rumahnya di Villa Aster, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (18/3/2018) malam.

Jasad Indrawati berada di dalam kamar dalam posisi telungkup di sebelah ranjang.

“Laporan kecurigaan berasal dari langganan laundry yang biasa mengantarkan pakaian ke rumahnya. Dari pagi sampai sore kok posisi laundry yang diletakkan tak berubah,” ujar seorang satpam perumahan ini, Leo.

Baca Juga :  Marak Aksi Balap Lari Liar, Ganjar: Tak Kei Lapangan Mlayuo Sing Banter Le

Adapun gerbang rumah terus berada dalam kondisi terbuka mulai dari pagi hingga sore hari.

Mendapat laporan dari Mustika, jasa binatu langganan Indrawati, keamanan perumahan langsung ambil tindakan untuk mencongkel pintu rumah atas izin kerabatnya, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Ternyata korban kami temukan dalam kondisi meninggal dunia. Kami langsung menghubungi Inafis Polrestabes Semarang,” tambahnya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Banyumanik, AKP Andie Prasetyo, tak ada tanda bekas penganiayaan pada jenazah mendiang.

“Berdasar riwayat kesehatan, memang korban punya riwayat penyakit asma,” tutur AKP Andie Prasetyo.

www.tribunnews.com