JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tesi Bikin Kuliner Ekstrim Botok Walang Sangit Khas Wonogiri, Dibuat Dari Tubuh Musuh Petani, Katanya Tinggi Protein

Botok walang sangit.JSNews/Aris Arianto
Botok walang sangit.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Wonogiri sejak dulu terkenal sebagai surganya para pecinta kuliner. Beragam sajian makanan khas dapat ditemui di wilayah kabupaten paling tenggara di Jateng itu, salah satunya botok walang sangit.

Botok walang sangit pada prinsipnya sama seperti botok pada umumnya. Hanya saja yang membuat unik dan bisa dibilang ekstrim adalah bahan bakunya. Yakni berupa malang sangat atau serangga hama tanaman padi dengan khas sangit menyengat. Hama ibu menjadi musuh bebuyutan kalangan petani.

Salah satu penjual botok walang sangit adalah Bu Tesi. Dia membuka warung makan di belakang kantor Kejaksaan Negeri Wonogiri. Tesi menyebutkan bahan baku berupa walang sangit dijual di pasar. Namun tidak setiap saat tersedia.

Baca Juga :  Dikritik Netizen Lantaran Dianggap Mengumpulkan Massa Ketika Penyaluran JKN KIS di Saat Pandemi, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Berikan Klarifikasi

“Biasanya hanya musim panen padi, karena waktu itu walang sangitnya lagi banyak,” kata dia, Senin (12/3/2018).

Satu plastik kecil walang sangit dibeli seharga Rp2.500. Berbekal walang itu dia membuatnya menjadi beberapa bungkus botok dengan banderol Rp 1000 per bungkus.

Cara membuatnya cukup mudah. Walang sangit dibersihkan dan direndam air panas. Selanjutnya dicampur parutan kelapa muda dan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, garam, maupun gula, dan daun salam. Semua bahan dicampur jadi satu dan dibungkus daun pisang.

“Baru kemudian dikukus seperti biasa,” ungkap dia.

Menurut dia, penggemar kuliner botok walang sangit paling banyak kalangan orang tua. Namun demikian tidak sedikit pula anak muda dan penggemar kuliner khas memburunya.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

“Dulu waktu Wonogiri masih gersang, beberapa puluh tahun lalu, botok walang sangit jadi idola. Ini saya sekalian nostalgia,” jelas salah satu penggemar botok walang sangit, Parjiman.

Dia menyebutkan, aroma khas walang sangit masih tercium kendati sudah dimasak. Tapi tidak terlalu menyengat seperti saat masih hidup.

“Kalau sebatas membayangkan, mungkin mual mengingat bau sangitnya. Tapi kalau sudah merasakan, dijamin ketagihan, proteinnya tinggi. Jadi kalau mampir Wonogiri, cari saja warung yang menjualnya, tapi memang tidak setiap waktu menyediakan,” tandas dia. Aris Arianto