JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Wah, Pria AS Ini Bisa Hidup Tanpa Jantung Di Tubuhnya!

Stan Larkin, pria yang sempat hidup tanpa jantung di tubuhnya/Tribunnews

Jantung merupakan organ vital manusia.
Fungsinya tentu saja untuk memompa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

Jika jantung berhenti memompa darah alias berhenti berdetak, maka darah juga akan berhenti mengalir di seluruh tubuh. Jika itu yang terjadi, manusia mati.

Tapi, ada satu pria asak Amerika Serikat bernama Stan Larkin (25) yang berhasil membuktikan dirinya bisa hidup tanpa jantung dalam tubuhnya. Lho, kok bisa?

Awalnya Stan Larkin dan saudaranya Dominique didiagnosis sedari kecil bahwa mereka mempunyai kelainan jantung bernama kardiomiopati.

Kelainan jantung itu bisa saja membuat mereka berdua setiap saat terkena gagal jantung.

“Mereka berdua terlihat sangat sakit ketika pertama kali bertemu di unit perawatan intensif kami,” kata ahli bedah transplantasi, Jonathan Haft, dari University of Michigan.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Bukannya tanpa usaha, Stan dan Dominique juga mencari pendonor jantung untuk mereka.
Tapi para pendonor jantung tak kunjung ada bagi mereka berdua, padahal kondisi jantung keduanya sudah semakin memburuk.

“Kami ingin membuat mereka menjalani transplantasi jantung, tapi kami tidak berpikir bahwa kami memiliki cukup waktu,” ujar Jonathan Haft.

Maka pada tahun 2014 dilakukan operasi pengangkatan jantung kepada Stan dan Dominique.

Sebagai ganti jantung mereka, pada tubuh Stan dan Dominique dipasangi alat pemompa darah bernama ‘Syncardia’.

Syncardia merupakan jantung buatan berbentuk ransel yang harus dikenakan oleh Stan dan Dominique setiap saat.

Maka setiap harinya Stan dan Dominique harus menggendong ransel ‘jantungnya’ itu kemanapun mereka pergi.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

“Alat ini tidak dibuat agar (Stan) bisa bermain basket. Stan memakai teknologi ini dan menggunakannya semaksimal mungkin,” kata Jonathan Haft dari University of Michigan Frankel Cardiovascular Centre, seperti dikutip Grid.ID dari ScienceAlert, Kamis (22/3/2018).

Beberapa minggu kemudian Dominique mendapat pendonor jantung sehingga Syncardia dapat dilepas dari tubuhnya.

Namun berbeda dengan Stan, ia harus lebih lama menunggu pendonor jantung untuknya.
Beruntung, pada 9 Mei 2016 Stan mendapatkan pendonor jantung untuknya.

Ia segera menjalani operasi transplantasi jantung dan bisa pulih seutuhnya sebagai manusia normal.

Secara medis Stan hidup tanpa organ jantung selama 555 hari sejak operasi pengangkatan jantungnya.

Stan kemudian menceritakan kisahnya ini ke masyarakat luas Amerika Serikat agar peduli tentang kesehatan jantung.

www.tribunnews.com