JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Sekeluarga di Masaran Sragen Bertahun-tahun Hidup Dalam Kelumpuhan. Tinggal di Rumah Gedhek dan Memprihatinkan..

Direktur PT Duta Amanah Indonesia, Dewi Novita dan Ketua Komunitas Great Family Srageb, Sri Mulyani saat menyambangi keluarga yang mengalami kelumpuhan di Masaran, Sabtu (31/3/2018). Foto/Istimewa
Direktur PT Duta Amanah Indonesia, Dewi Novita dan Ketua Komunitas Great Family Srageb, Sri Mulyani saat menyambangi keluarga yang mengalami kelumpuhan di Masaran, Sabtu (31/3/2018). Foto/Istimewa

SRAGEN- Kisah miris kembali menyeruak dari Sragen. Kali ini, ada sekeluarga dari Dukuh Jengglong RT 34/11, Masaran yang kehidupannya memantik keprihatinan.

Betapa tidak,  sekeluarga yang terdiri dari dua kakak beradik semua didera kelumpuhan. Tak cukup sampai di situ, ibu mereka pun Jiyem (70) juga sudah renta dan tempat tinggal mereka pun juga kurang layak.

Selama bertahun-tahun mereka tinggal di rumah kecil dengan dinging anyaman bambu (gedhek-jawa) dengan segala keterbatasan. Keluarga itu masing-masing Mbah Jiyem, Karinem dan Jumbadi.

Ketiganya selama bertahun-tahun hanya bertahan dalam kondisi memprihatinkan. Keterbatasan fisik yang mendera membuat mereka hanya bisa beraktivitas di dalam rumah tanpa bisa bekerja.

Baca Juga :  Ribuan Seniman Sragen Siap Turun ke Jalan dan ke Polres Tuntut Izin Hajatan Dibuka. Kapolres Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Tapi Hanya Ijab Kabul Saja Tanpa Hiburan!

Penderitaan itu terungkap ketika sejumlah aktivis komunitas Sragen Gerat Family dan PT Duta Amanah Indonesia Sragen, menyambangi ke rumah keluarga tersebut,  Sabtu (31/3/2018). Ketua Komunitas Sragen Great Family, Sri Mulyani Jasmin mengatakan kunjungan itu selain silaturahmi,  juga untuk memberikan santunan.

“Kami tersentuh setelah mendengar penderitaan mereka. Satu keluarga ada yang lumpuh dua orang sedangkan ibunya sudah tua. Mereka juga tinggal di rumah yang kurang layak. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan dari Komunitas Sragen Great Family bisa sedikit meringankan beban penderitaan mereka, ” paparnya.

Pihaknya juga akan berupaya membantu menjembatani ke Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) agar mendapat perhatian.

Baca Juga :  Puluhan Prajurit Kodim Sragen Mendadak Kembali Mulai Berlatih Menembak. Ada Agenda Apa?

Menurutnya selama ini komunitasnya memang berusaha membantu warga yang mengalami kesulitan. Komunitas Great Family sendiri memiliki empat bidang yakni pemerintahan,  pendidikan,  hukum dan sosial.

Sementara,  Direktur PT Duta Amanah Indonesia, Dewi Novita yang juga psikolog,  juga menyempatkan untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga Mbah Jiyem dan dua anaknya.  Selain itu ia juga memberikan penguatan moril serta psikis ketiganya.

“Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Satu rumah mengalami kelumpuhan. Yang ibunya sudah tua,  yang dua anaknya lumpuh semua,” tukasnya. Wardoyo