JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bupati Wonogiri Usul Pembentukan BUMD Surakarta, Bisa Stabilkan Harga

Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kota Wonogiri
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kota Wonogiri

WONOGIRI-Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengusulkan dibentuknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang beranggotakan daerah-daerah di eks karesidenan Surakarta. BUMD tersebut dikatakannya sangat ampuh menstabilkan harga komoditas kebutuhan masyarakat.

Bupati mengatakan, pemerintah belum bisa hadir untuk berupaya mengendalikan kenaikan harga, misalnya sejumlah kebutuhan masyarakat. Pasalnya, sudah masuk mekanisme pasar.

“Saya malah berpikir dibentuk semacam BUMD di eks karesidenan Surakarta ini. Saya rasa efektif untuk menangkal kenaikan harga,” kata Bupati, Minggu (1/4/2018).

Menurut Bupati, persoalan harga tidak bisa diatasi oleh satu daerah. Solusinya adalah dengan menyatukan komitmen antar daerah untuk bersama menciptakan kondisi pasar yang sehat, harga bisa ditekan lebih terjangkau. Komitmen diwujudkan dalam bentuk usaha bersama untuk menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga :  Dikritik Netizen Lantaran Dianggap Mengumpulkan Massa Ketika Penyaluran JKN KIS di Saat Pandemi, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Berikan Klarifikasi

“Dengan BUMD itu kita bisa menentukan misalnya pola distribusi ternak sapi, penyembelihan yang aman, juga mengendalikan harga jualnya. Jangan lupa, saat terjadi kenaikan harga daging sapi peternak sapi tidak menikmati keuntungan. Dengan BUMD kita bisa membuat keadaan peternak menjadi lebih makmur,” beber Bupati.

Dengan adanya BUMD tersebut, ungkap Bupati, minimal harga dan kondisi pasar di eks karesidenan Surakarta bisa dikelola untuk kesejahteraan warga.
Bupati yakin, pola kerjasama antar daerah tersebut sangat layak diterapkan. Dia mencontohkan harga daging sapi, daerah di eks karesidenan Surakarta sangat mampu menyediakan sapi sendiri, menyembelih dan mendistribusikan daging sendiri, sekaligus menentukan harga sendiri. Dia menyebutkan Wonogiri merupakan daerah dengan populasi ternak sapi terbesar kedua di Jateng setelah Blora, mencapai 157 ribu ekor.

Baca Juga :  Dari Layanan KB Gratis di Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2 Wonogiri Sukses Jaring 32 Akseptor, ini Perinciannya

“Tidak hanya sapi, bisa mengembang pula ke komoditas lainnya, cabai misalnya, daerah penghasil cabai di Surakarta bisa menyuplai ke daerah yang minim. Atau mungkin beras. Kalau sapi sangat jelas, Wonogiri itu surplus sapi, bos,” tandas dia.

Menurut bupati, sudah saatnya potensi antar daerah dimaksimalkan. Sudah saatnya bergerak mewujudkan komitmen bersama melalui pola kemandirian daerah menuju masyarakat yang sejahtera. Aris Arianto