loading...
Loading...
Keluarga besar KWS saat menyerahkan bantuan kursi roda untuk Udin, bocah penderita kegagalan fungsi gerak asal Tanon, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kisah derita kaum papa yang membutuhkan kepedulian dan uluran tangan seolah tak pernah henti menyeruak di Bumi Sukowati. Adalah Jamaludin,  bocah 14 tahun asal Dukuh Sendanguni RT 16, Bonagung,  Tanon,  Sragen yang kali ini membuat hati akan tersayat.

Betapa tidak,  saat bocah seusianya tengah bergelut dengan bangku sekolah dan keceriaan bermain, Udin sapaan akrabnya- harus melupakan semua itu. Keterbatasan yang mendera setengah tubuhnya (bagian pusar ke bawah) membuatnya harus kehilangan dunia ceria yang sebenarnya sempat ia rasakan hingga usia sembilan tahun.

Ya,  bocah mungil itu awalnya memang terlahir normal di keluarga sederhana. Ayahnya, Sugito,  berprofesi sebagai penjual es keliling.

Menginjak usia sekolah,  Udin pun menjalaninya dengan normal seperti bocah seusianya. Sebelum petaka itu datang tepat menginjak usianya ke sembilan tahun.

Saat menamatkan kelas 2 menginjak kelas 3 SD,  mendadak Udin harus menerima cobaan berat,  setengah bagian tubuhnya mulai dari pinggang ke bawah sampai kaki melemas.

Perlahan kaki dan semua sendi gerak bagian bawah kehilangan fungsi. Bocah malang itu pun harus menerima kenyataan tak lagi bisa berjalan normal.

Baca Juga :  Manajer PT DMST Sragen Beberkan Kondisi Kelesuan Ekonomi Dampak Pasar Bebas. Produksi Terpaksa Dikurangi Hingga 30 %, Buruh Pun Harus Diaplus 

Yang bersangkutan divonis mengalami gagal fungsi gerak dari pusar ke bawah. Sampai kemudian berjalannya pun harus jongkok. Karena kondisi itu,  ia pun memutuskan berhenti sekolah saat menginjak kelas 3 SD. Kakinya pun tak bisa lagi diluruskan kalau jalan sambil jongkok.

“Adik Jamaludin divonis mengalami sakit tubuh gagal menyerap protein. Kami kemudian mendapat informasi tentang kesulitan dan penderitaannya sehingga akhirnya dilakukan survey oleh Korwil Sragen Utara. Sehingga hari ini,  kami keluarga besar KWS (Kumpulan Wong Sragen) tergerak untuk membantu kursi roda agar membantu gerak Adik Jamaludin sehingga tak jongkok lagi kalau berjalan, ” papar Ketua Umum KWS,  Agus Widi Raharjo melalui Humas KWS, M Put Iswahyudi, Minggu (8/4/2018).

Put menguraikan KWS tergugah untuk membantu lantaran kondisi ekonomi keluarga Udin juga sangat memprihatinkan. Ekonomi keluarga yang hanya bertumpu hasil jualan es keliling ayahnya rupanya tak cukup mampu untuk membelikan kursi roda yang sebenarnya sudah lama diimpikan oleh Udin.

Baca Juga :  Hebat, 2 Pesepakbola Muda Sragen Terpilih Masuk Tim Sepakbola Jateng ke Olimpiade Khusus Asia Tenggara di Singapura 

“Dari impian Udin bisa punya kursi roda itulah,  akhirnya KWS berusaha mewujudkan dan Alhamdulilah hari ini kami serahkan. Bantuannya tadi juga ada satu kardus susu dan sejunlah uang untuk membantu kebutuhannya.  Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan bebannya,” urai Put Iswahyudi.

Foto/Wardoyo

Penyerahan bantuan dari KWS itu diterima Udin didampingi ayahandanya dan disaksikan pula Ketua RT 13, Hadi Wiyono serta para tetangga.

Suasana haru pun tak terbendung ketika bocah malang itu mencoba kursi roda untuk kali pertama. Udin pun langsung tersenyum seolah mendapatkan kembali asanya untuk menapaki jalan masa depannya meski tak sesempurna 8 tahun sebelumnya. Wardoyo

Loading...