JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Wakapolsek Karangmalang Bikin Bandar Ciu Puro Tak Berkutik Usai Tepergok Jual Miras ke Pelajar SMK. “Kalau Itu Anak Bapak, Gimana Perasaan Bapak! “

Wakapolsek Karangmalang Iptu Rajiman (kanan) saat mengamankan miras ciu di rumah bandar ciu di Sepreh, Puro, Senin (16/4/2018). Foto/Wardoyo
Wakapolsek Karangmalang Iptu Rajiman (kanan) saat mengamankan miras ciu di rumah bandar ciu di Sepreh, Puro, Senin (16/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Insiden penangkapan dua pelajar sebuah SMKN di wilayah Kedawung Sragen yang tepergok antri membeli miras di kios Dukuh Sepreh,  Puro,  Karangmalang membuat berang tim aparat Polsek setempat. Selain menyita 8 botol miras siap edar,  Wakapolsek Karangmalang Iptu Rajiman juga memberikan peringatan keras akibat ulan pemilik warung,  Martimbang yang hendak menjual miras kepada dua pelajar berseragam sekolah Senin (16/4/2018).

Setelah mengamankan dua siswa berinisial A dan B itu, setengah jam berselang Wakapolsek langsung memimpin penggeledahan di rumah bandsr miras di Dukuh Sepreh RT 05 / 02, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang itu.

Hasilnya di dalam rumah,  tim mengamankan delapan botol miras jenis ciu masing-masing bervolume 600 ml hingga 1500 ml siap edar. Mendapati hal itu,  Wakapolsek tanpa basa-basi langsung menghujani pemilik warung dengan pencerahan.

Baca Juga :  Usai Laporkan Kepala DPUPR Sragen, KPK RI Pelototi Tahapan Lelang Proyek 2020. Sebut Surat Dukungan Rawan Dimainkan dan Direkayasa!

“Coba Bapak bayangkan. Andai tidak ketahuan kami, pasti ciu tadi akan dibeli pelajar itu dan  digunakan pesta miras bersama teman- temannya.  Coba Bapak pikir,  bagaimana kalau itu anak Bapak. Bagaimana perasaan Bapak, ” kata Iptu Rajiman dengan nada tinggi.

Sang pemilik warung yang diduga sudah lama berjualan miras itu pun hanya bisa menunduk. Wakapolsek terus memberikan wejangan dengan nada tinggi saking kesalnya dengan pemilik warung yang nekat menyediakan miras untuk pelajar.

“Anak-anak yang seharusnya sedang di ruang kelas, malah berada di kebun atau di tempat yang sepi minum-minuman keras dan mabuk. Apa yang akan terjadi dengan masa depannya. Apa yang terjadi dengan bangsa ini lima atau sepuluh tahun yang akan datang kalau pemudanya pilih meninggalkan bangku sekolah dan mabuk-mabukan seperti ini. Kalau itu terjadi pada anak sampeyan apa perasaan sampeyan ndak sakit. Sakit kan?,” tukas Rajiman.

Baca Juga :  Kisah Pilu 2 Nenek Miskin, Sasiyem dan Kasinem di Kedawung Sragen Kehilangan Rumah Gubugnya Yang Mendadak Ambruk. Satu Nenek Sempat Tertimpa dan Terjebak di Reruntuhan, Terpaksa Ngungsi di Rumah Dasinem

Setelah diberikan arahan panjang dan lebar waka polsek memberikan perintah untuk membuat surat pernyataan agar tidak menjual minuman keras lagi. Dan selanjutnya barang bukti minuman keras tersebut disita dan diamankan di Mako Polsek Karangmalang. Wardoyo