JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Apel Akbar, Banser-Anshor Soloraya Serukan Perang Terhadap Hoax!

Apel akbar Anshor Banser di Mondokan, Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20180429 WA0002 512x384
Apel akbar Anshor Banser di Mondokan, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN – Para anggota Banser dan Anshor diminta ikut proaktif memerangi kabar hoax di masyarakat. Hal itu terungkap dalam apel akbat Akhirussanah Khotaman Ke XIV, serta Harlah NU Ke 95 dan Haul Masyayikh di Mondokan,  Sragen, Jumat (27/4/2018). Ketua Ansor Sragen Endro Supriyadi,menyampaikan semua anggota tetap gotong royong bersatu menjaga keutuhan NKRI, persatuan dan kesatuan, dari tangan tangan orang yang ingin merusak beragaman di indonesia.

Menurutnya, dunia maya tak hanya dunia yang semu, tetapi dunia maya saat ini sudah berubah menjadi basis pergerakan musuh musuh Nahdatul Ulama (NU) dan musuh Anshor Banser.

Baca Juga :  Geger Pemuda Asal Solo Ditemukan Hanyut Sampai Masaran Sragen. Ngakunya Terpeleset, Terselamatkan Berkat Sebatang Bambu, Saat Diangkat Kondisinya Lemas

“Mereka menyebarkan informasi palsu yang akhirnya berdampak pada dunia nyata. Berita bohong setiap menit di unggah membuat kebaradaan kita semakin tumpul. Nerbeda agama menjadi permusuhan berbeda suku menjadi persaingan,” katanya.

Ia mengajak semua Kader Ansor dan Banser agar siap bertarung di dunia maya. Menurutnya senjata yang paling efektif berperang di dunia maya adalah mengunakan Handphone( HP).

Jika dulu para pendahulu berjuang dengan berperang mengunakan fisik dengan senjata bambu runcing, sekarang dengan HP dan pemikiran.

Baca Juga :  Sinergi dengan Bos ARS, Ratusan Pendekar PSHT Sub Mojomulyo Sragen Turun ke Jalan di Alun-alun Sragen. Kompak Bagikan 500 Paket Takjil dan Snack ke Pengendara

Sementara Ketua Anshor Korwil Soloraya,  Jamaludin sangat mendukung sudah saaatnya memerangi berita hoax selama ini dengan Hp masing masing.  GP Ansor harus mampu menjaga nama baik ulama ulama mengingat. Ia mengingatkan di sejarah organisasi ada nama kyai kyai besar yang harus dijadikan teladan dan dipatuhi serta dijaga nama baiknya.

“Salah satunya bagaimana kita harus bisa menkonter isu yang ada saat ini harus mampu memberikan jawaban terbaik untuk menetralisir berita bohong,” ujarnya. Wardoyo