loading...
Loading...
Ilustrasi

SRAGEN- Insiden kecelakaan maut dua motor dengan dua orang tewas di Tol Solo-Kertosono (Soker) di kilometer 536 wilayah Dukuh Siwalan, RT 18, Desa Tangkil,  Bandung, Ngrampal, Minggu (15/4/2018) seolah menambah panjang daftar kecelakaan di jalan bebas hambatan yang menghubungkan Solo-Ngawi itu.

Sepanjang setahun terakhir, tercatat sudah ada empat korban nyawa yang melayang akibat kecelakaan di sepanjang jalur Tol Soker khususnya di wilayah Sragen.

Korban tewas pertama adalah Citro Miharjo (66) seorang warga Dukuh Karangudi,  RT 18, Desa Karangudi,  Ngrampal. Ia meregang nyawa setelah digasak pengemudi mobil Isuzu panther H 8502 US pada medio 2017 lalu. Citro yang mengendarai motor Suzuki Smash AD 3797 UY digasak mobil yang dikemudikan Peri Kiswanto (36), karyawan BUMN warga Kradenan,  Grobogan,  Purwodadi saat hendak menyeberang di perlintasan sebidang jalan antar desa dengan jalur tol di wilayah Bandungsogo, Ngrampal.

Korban tewas kedua terjadi pada kecelakaan 11 Oktober 2017. Seorang mahasiswa bernama Firstlanna Ajheng Tyas Tegar (21), asal Dukuh Pondok Lor RT 18, Desa Sambirejo, Sragen ditemukan tewas mengenaskan setelah terlibat tabrakan hebat dengan mobil dump truk di wilayah Tol Soker kilometer 25-26 Dukuh Ketonggo R13, Karangmalang, Sragen.

Baca Juga :  Napi Cilik Yang Kabur dari Lapas Sragen Diimbau Segera Menyerahkan Diri. Kalapas:  Kami Buru Sampai Ujung Dunia Mana Pun! 

Korban yang saat itu mengendarai motor Honda Vario AD 2397 BBE kehilangan kendali setelah motornya melewati jeglongan sambungan antar jembatan dengan jalan. Nahas saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju dump truk bernopol AD 1327 JP yang dikemudikan Wahyudi (20), warga Dukuh Sembungan RT 1/3, Desa Malanggaten, Kebakkramat, Karanganyar.

Kecelakaan ketiga yang terekam dalam berita terjadi saat arus balik Lebaran 2017 lalu. Satu mobil terperosok di titik Kebakkramat dan sebagian lain tercecer di rest area. Kecelakaan itu terjadi di kilometer 22 tepatnya di wilayah Kebakkramat, Karanganyar. Saat itu sebuah mobil pemudik tujuan Jakarta terperosok dan menabrak bagian median hingga mengalami rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Yang terbaru adalah kecelakaan di Tangkil yang menewaskan dua orang pengendara motor Minggu (15/4/2018) pagi.

Baca Juga :  Cerita di Balik Prestasi Hebat SMPN Pinggiran Sragen Utara. Raih Penghargaan Nasional Adiwiyata, Tapi jalan Masuk Halaman Sekolah Bikin Ngelus Dada

“Kronologinya,  pengendara Honda Scoopy dan yang diboncengkan sebelumnya berhenti di lokasi kejadian. Mereka berhenti dengan posisi motor melintang jalan. Karena kondisi hari masih gelap,  mungkin pengendara Megapro nggak melihat dan langsung menabrak motor Scoopy, ” papar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman, Minggu (15/4/2018).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.  Belum diketahui secara pasti,  apa yang dilakukan dua pengendara Scoopy di lokasi jalan Tol Soker dan nekat memasang motor mereka melintang jalan.

Perihal apakah keduanya dalam kondisi mabuk atau pengaruh miras, Kapolres mengatakan masih dalam penyelidikan.

Dua korban tewas mengenaskan akibat kejadian itu.

Yakni pengendara Megapro K 6589 RE yang dikendarai Muhammad Setiawan (18) dan Honda Scoopy AD 5015 BGE yang kendarai dua orang yakni Yanuar Eka Abdul (18) asal Ngoncol, RT 1, Nglorog, Sragen dan Ade Yudhi P (19) asal Mojomulyo RT 4/9, Sragen Kulon.

Dua korban yang tewas adalah Muhammad Setiawan asal Dukuh Tengger RT 3/2, Japah,  Blora dan pembonceng Scoopy,  Ade Yudhi P.

Baca Juga :  Di Balik Ritual S3ks Berujung Maut di Gunung Kemukus. Terjadi Saat Malam Puncak Jumat Pon, Pengunjung Mencapai 1.650 Orang 

Banyaknya korban jiwa yang terenggut padahal jalur Tol itu belum resmi dibuka, menghadirkan kengerian di warga.

Sebagian mengkait-kaitkan dengan mitos bahwa biasanya proyek besar memang tak jarang memakan tumbal sebelum diresmikan.

“Kalau istilah jawanya memang begitu. Sudah banyak kejadian proyek besar sebelum diresmikan mesti ada korban jiwannya, ” ujar Nardi,  salah satu warga Sragen.

Terkait banyaknya korban kecelakaan,  Dirut PT Solo Ngawi Jaya (SNJ),David Wijayatno mengatakan bahwa jalan Tol Soker memang belum dibuka dan bukan jalan umum. Sebenarnya pihaknya sudah memasang rambu dan larangan untuk melintas namun faktanya banyak warga yang melanggar dan menerobos lewat.

“Jalan tol Soker kan memang bukan jalan umum dan ini masih dalam pengerjaan proyek. Sebenarnya sudah kami pasangi portal dan larangan tapi warga kan banyak yang nekat masuk, ” paparnya.  Wardoyo

 

Iklan
Loading...