Beranda Umum Nasional Mahasiswa Bawa Segudang Tuntutan, Istana: Gibran Hanya Menampung, Tak Ada Deal Apapun

Mahasiswa Bawa Segudang Tuntutan, Istana: Gibran Hanya Menampung, Tak Ada Deal Apapun

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan perwakilan mahasiswa yang sebelumnya memunculkan berbagai spekulasi akhirnya mendapat penjelasan dari Istana.
Pihak Istana menegaskan tidak ada satu pun kesepakatan yang lahir dari dialog tersebut, meski mahasiswa telah menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Penegasan itu disampaikan Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjono, menyusul pertemuan Gibran dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut Nico, pertemuan tersebut sebatas ruang dialog untuk mendengar aspirasi mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi bertajuk “Tata Ulang Indonesia”. Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menyerahkan memorandum yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
“Namun, tidak ada kesepatakan. Mas Wapres hanya mendengar,” kata Nico di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan komitmen atau persetujuan tertentu dari pihak pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam dialog tersebut adalah tuntutan moratorium Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang selama beberapa bulan terakhir menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.
Nico menjelaskan, dalam pembicaraan itu Gibran menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya program MBG bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut masih sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Karena itu, pemerintah memandang program tersebut tetap memiliki peran strategis dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Meski demikian, Istana tidak menjelaskan lebih lanjut apakah memorandum yang diserahkan mahasiswa akan ditindaklanjuti dalam bentuk pembahasan khusus atau hanya menjadi bahan masukan bagi pemerintah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap gelombang kritik mahasiswa yang belakangan kembali menguat terhadap sejumlah kebijakan nasional, termasuk program-program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.