JOGLOSEMARNEWS.COM Market Lifestyle

Generasi Suka Selfie Telah Mengubah Konsep Pusat Belanja Jadi Seperti Ini

Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA – Dulu, aktivitas yang terjadi di toko, pusat belanja atau pasar hanyalah sebatas transaksi jual beli, sehabis itu pergi. Apa yang dibutuhkan sudah diperoleh, tak ada kebutuhan yang lain di tempat perbelanjaan tersebut.

Namun, generasi kaum milenials dewasa ini telah berkembang jauh. Yang namanya belanja, bukan sebatas aktivitas jual beli semata. Ada kebutuhan lain yang ikut menempel di aktivitas belanja tersebut, misalnya kuliner dan mejeng (selfie).

Perkembangan itulah yang menjadi salah satu pemicu perubahan di pusat perbelanjaan. Kebutuhan kaum milenials untuk eksistensi di dunia maya talah mengubah konsep mall secara keseluruhan.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2020: Aries Bakal Temukan Keindahan di Balik Kekacauan

Stefanus Ridwan, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengatakan,  pengelola pusat belanja harus kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah tenant mix maupun dekorasi yang unik

“Minat orang berubah, kalau dulu datang ke pusat belaja mau belanja saja. Sekarang mau ada experience, mau ada sesuatu yang dia ingin wow dan tidak mau biasa-biasa lagi,” ujar Stefanus di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Hal ini berlaku untuk semua segmen tidak hanya fesyen. Untuk segmen food and beverages (F&B) misalnya, tidak lagi hanya soal makananya enak saja tetapi juga soal dekorasi dan kenyamanan menjadi penting.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 22 September 2020: Aquarius Merasa Gelisah, Gemini Pusing karena Materi

Sebab generasi milenials tidak hanya datang untuk makan saja tetapi untuk berswafoto.

“Setiap detik hidup dia yang menggembirakan dan membanggakan dia mau langsung upload. Makanan unik dia makan dia upload, sedang melakukan apapun diupload, hal-hal iniyang harus ditangkap,” jelas Stefanus.

Saat ini, dunia pusat belanja mengalami perubahan besar. Leisure akan membuat orang memiliki budget uangnya menjadi berbeda.

“Orang-orang sekarang terutama milenials yang paling banyak belanja. Dia ingin branding dirinya, ini kelasnya dimana dan makannya pun beda,” kata Stefanus. 

www.tribunnews.com