JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jelang Pilgub, Dispendukcatpil Sragen Kerahkan Tim Buru 7.000 Pemilik Hak Pilih yang Belum Peremakan E-KTP

Tim Dispendukcatpil Sragen saat melakukan perekaman di SMKN 2 Sragen belum lama ini. Foto/Wardoyo
Tim Dispendukcatpil Sragen saat melakukan perekaman di SMKN 2 Sragen belum lama ini. Foto/Wardoyo

SRAGEN – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcatpil) Sragen membantah ada 20.000 warga Sragen pemilik hati pilih di Pilgub Jateng yang terancam tak bisa mencoblos karena belum memiliki E-KTP atau Surat Keterangan (SUKET). Sebaliknya, ia meluruskan bahwa dari hasil penyisiran yang dilakukan di database dinasnya, saat ini hanya tinggal sekitar 7.000an warga yang belum perekaman E-KTP.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dispendukcatpil Sragen, Haryanto Wahyu L Wiyanto kepada wartawan, Rabu (4/4/2018). Ia menyampaikan dari pengecekan yang dilakukan di database, dari sekitar 20.000 data warga belum punya E-KTP dan Suket hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) KPU, ternyata hanya separuhnya yang benar-benar belum perekaman data.

“Ternyata yang 10.000an itu kami cek sudah perekaman. Di database kami tercatat. Bahkan ada yang sudah jadi. Tapi kadang warga kurang responsif mengecek dan mengambil sehingga ketika ditanya petugas PPS mereka jawabnya belum punya. Memang Coklit PPS itu hanya sebatas punya atau tidak, kalau di kami kan kita cocokkan databasenya,” paparnya.

Baca Juga :  Alamat Bakal Paslon Yuni-Suroto Sempat Salah Tulis, Begitu Diserahkan Langsung Diperbaiki. KPU Sragen Nyatakan Semua Sudah Memenuhi Syarat, Tinggal Tunggu Penetapan!

Wahyu menguraikan untuk 10.000 yang sudah perekaman itu memang tinggal menunggu turunnya data print ready record (PRR) dari pusat. Ketika sudah PRR, maka bisa langsung dicetak E-KTP.

Soal adanya penumpukan cetak itu, lebih dikarenakan sistem jaringan di pusat yang terkadang lemot sehingga harus menunggu. Sedangkan untuk blangko E-KTP sebenarnya sudah tersedia. Saat ini pun warga yang perekaman dan datanya langsung PRR, bisa langsung dicetak hari itu juga.

“Kalau untuk yang 10.000 lainnya belum perekaman itu terus kita genjot dengan perekaman jemput bola. Sejak seminggu ini, sampai saat ini sudah 2.885 orang, jadi kurang 7.000an, tapi kami sudah janji dengan pusat, semoga April ini rampung,” terang Wahyu.

Sekretaris Dispendukcatpil, Waha Wijayanto menjelaskan ada atau tidaknya Pilgub, Dispendukcatpil, sebenarnya tiap hari terus menggenjot perekaman melalui jemput bola. Selain ke masyarakat, tim Dispendukcatpil juga dikerahkan terjun ke sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman rutin.

Baca Juga :  Fix, Gerindra Lempar Handuk, Pasangan Sukiman-Iriyanto Hampir Pasti Batal Mendaftar di Pilkada Sragen. Rekom PKS Gagal Diraih?

“Apalagi dengan adanya agenda Pilgub, kita memang terus intensifkan sosialisasi dan jemput bola perekaman data lewat mobil keliling. Sebab target kita ke Kemendagri memang mempercepat penuntasan perekaman, ” terangnya.

Selama sepekan ini, menurutnya sudah ada lima sekolah yang disambangi. Untuk efektifitas tim dari Dispendukcapil melakukan perekaman di wilayah pinggiran dahulu yang jauh dari kecamatan dan kota.

”Hari ini ke Tangen, besok ke Gemolong. Tiap hari begitu terus. Soal angka 20.000 dari hasil Coklit KPU itu kami rasa hanya karena kurang koordinasi dan komunikasi saja karena data di kami setelah dicek dengan database yang belum cuma 7.000an saja. Dan ini terus kami sisir jemput bola,” terang dia.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Roso Prajoko mengapresiasi gerakan jemput bola dari Dispendukcapil tersebut. Ia berharap langkah itu bisa mempercepat penuntasan E-KTP bagi warga pemilik hak pilih agar bisa berpartisipasi pada Pilgub 27 Juni mendatang. Wardoyo