JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Opini

Leadership dan Followership

Sulistiyaningsih, Skep. NS, Perawat Rumah Sakit Jiwa Surakarta Sedang Studi Magister Keperawatan Di Undip Semarang 2017

Dalam organisasi, leadership dan followership merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Di satu sisi, leadership memerlukan followership. Jika tanpa follower, maka leader, seorang pemimpin, tidak akan punya arti, karena tidak ada yang dipimpin. Leadership tergantung pada followership, begitu pula sebaliknya, saling berkelindan dan saling mendukung.

Beberapa teori menyebut, leader adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, dan punya  kewenangan manajerial. Leadership memiliki peran untuk memimpin sebuah kelompok guna mencapai tujuan tertentu. Faktor yang mempengaruhi perilaku leadership antara lain adalah leader, followership dan situasi.

Leader, menurut stephen P Robbins dan Mary Coulter (2013) didefinisikan sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan mempengaruhi orang lain dan mempunyai kewenangan menejerial. Leadership adalah apa yang dilakukan oleh pemimpin/proses memimpin sebuah kelompok untuk mencapai tujuan. Stoner mendefinisikan leadership ebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan.

Kepemimpinan menyangkut orang lain, yakni dengan bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpin, para anggota kelompok membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan semua kualitas kepemimpinan seorang menejer akan menjadi tidak relevan.

Pemimpin juga menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan kegiatan pemimpin secara langsung. Meskipun dapat juga melalui cara tidak langsung.

Pemimpin dapat menggunakan pengaruh, dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan dapat melaksanakan perintahnya. Misalnya, seorang leader dapat mengarahkan bawahan untuk melaksanakan  tugas tertentu, tetapi dia dapat mempengaruhi bawahan dalam menentukan cara bagaimana tugas itu di laksanakan dengan tepat.

Sementara followership adalah kemampuan untuk mengambil arah untuk mendapatkan hasil di balakang program. Followership juga bisa diartikan sebagai bawahan yang memiliki daya lebih kecil, otoritas dan pengaruh dari pada atasan mereka. Faktanyaa,a followership memang menjadi posisi yang belum “dianggap” (Kalley, 2010 ).

Pada tatanan organisasi leadership lebih dianggap dari pada followrship. Namun demikian, peran penting followership tetap diakui. Bagaimana pun juga, seorang leadership memerlukan followership untuk mencapai tujuan organisasi atau tujuan kepemimpinan.Followership yang efektif tidak selalu mudah.

Followership efektif menampilkan keberanian untuk memikul tanggung jawab, partisipasi dalam transformasi untuk melayani orang lain dan meninggalkan organisasi jika diperlukan. Strategi untuk menjadi follower yang efektif termasuk menjadi sumber daya, membantu leader untuk menjadi leadership yang baik, membangun hubungan dengan leader dan melihat pemimpin secara realistis.

Di zaman globalisasi ini, konsep leadership berkembang seiring pesatnya teknologi, followership menjadi punya peranan penting dalam keberhasilan leadership baik followership yang secara riil ataupun followership yang memberikan dukungannya melalui media, meskipun leadership dan followership berbeda tetapi memiliki peran timbal balik. Leadership yang efektif sama pentingnya dengan followership yang efektif.

Dahulu ada anggapan bahwa hanya orang orang tertentu yang di lahirkan dengan bakat sebagai pemimpin (leader are born) namun dalam perkembangan zaman sebagian besar leader di ciptakan melalui proses, tumbuh dan berkembang dari bawah, di tempa oleh berbagai pengalaman, ketekunan, kerja keras, displin yang tinggi serta serta tidak pernah berhenti belajar sepanjang hidupnya (leaders are made).

Leader dikenal bukan hanya karena posisi  jabatannya, tetapi karena ciri leadership-nya dan ajaran yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan generasi yang akan datang. Di Indonesia, kita mengenal Presiden Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan dan leadership bagi bangsa dengan ajarannya nation and character building, Jenderal Sudirman seorang leader yang tidak pernah kenal menyerah, Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan nasional dengan Tut Wuri Handayani. Di India ada tokoh Mahatma Gandi yang diakui sebagai leader besar dalam sejarah serta penggerak ahimsa (menghindari/anti kekerasan) dan satya graha (menjalankan kebenaran).

Marry Parker Follett  (2014) pernah menyatakan, bahwa leadership seharusnya berorientasi pada kelompok, dan bukan berorientasi pada kekuasaan. Berbagai penelitian juga menunjukan kompleksitas leadership, dimana ada lebih banyak variabel yang saling berhubungan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua