JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makan Malam Ayam Geprek Sragen, SBY Sebut Tahun 2030 Indonesia Tidak Bubar, Tapi Jauh Lebih Kuat. Ini Alasannya…

Pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono saat berdialog dengan pengusaha Sragen di Restoran Ayam Geprek Sragen, Kamis (5/4/2018) malam. Foto/istimewa
Pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono saat berdialog dengan pengusaha Sragen di Restoran Ayam Geprek Sragen, Kamis (5/4/2018) malam. Foto/istimewa

SRAGEN- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) tiba di Kabupaten Sragen, Kamis (5/44/2018) malam. Kedatangan Presiden RI ke 6 ke Bumi Sukowati terkait Safari Politik 2018.

Kedatangan SBY didampingi Istri Ani Yudoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, (Ibas) beserta Istri. Usai istirahat sejenak di hotel, SBY dan rombongan makan malam di rumah makan Ayam Geprek Sragen. Tidak hanya makan malam, mantan orang nomor satu di Indonesia itu juga menyapa  pengurus Partai Demokrat serta para pengusaha.

Dalam kesempatan itu SBY panen keluhan dan juga pertanyaan, dari kader muda Demokrat dan Pengusaha UMKM. Utamanya tentang kondisi Ekonomi dan Politik Indonesia di tahun 2030 mendatang.

“Bangsa Indonesia Ke depan itu seperti apa, sehingga kami sebagai pengusaha bisa mendapatkan kenyamanan. Informasi yang disampaikan elit politik pada tahun 2030 seperti itu,” ungkap Kusnadi, salah seorang pengusaha kuliner Ayam Geprek Sragen.

Baca Juga :  Parah, Sepasang ABG Tertangkap Mesum dan Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Dilakukan di Siang Bolong, Netizen Geregetan Sebut Urat Malu Sudah Putus

SBY kemudian menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2005, atau saat pertama menggantikan Megawati menjabat Presiden RI. Ekonomi Indonesia belum tumbuh seperti sekarang.

“Pada 2005 income perkapita rakyat Indonesia itu hanya 1.100 dolar. Selama 10 tahun tumbuhnya luar biasa, pendapatan naik 350 persen menjadi 3.760 dolar per kapita. Artinya jika Indonesia ini dikelola dengan baik, strategi pemimpin kita tepat Indonesia ke depan akan lebih maju,” terang SBY langsung disambut tepuk tangan.

SBY pun menyampaikan usia Indonesia belum 100 tahun.  Tergolong bangsa usia muda dibanding negara-negara Eropa, Australia, dan Jepang yang usianya sudah ratusan tahun. Namun Bangsa Indonesia sudah masuk anggota G 20.

“Harusnya kita bersyukur, Indonesia masuk 20 negara top di dunia. Indonesia pernah krisis ekonomi, sosial Politik, hukum dan keamanan pada 1998. Bahkan diprediksi Indonesia akan lenyap. Tetapi 10 tahun sampai 15 tahun kemudian ekonomi kita malah tumbuh pesat, tumbuh terbesar kedua setelah Tiongkok atau 16 besar dunia,” papar SBY.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

Menurut SBY jika kondisi demikian dijaga oleh Pemerintah saat ini ekonomi Indonesia ke depan jauh lebih maju. Dengan kondisi aman dan nyaman, maka segala macam usaha, semua sektor akan tumbuh dan berkembang.

“Kalau kondisi ini dijaga oleh pemimpin sekarang maka 2030 ekonomi kita jauh lebih kuat. Kita harus optimis jangan pesimis, nanti Indonesia malah gelap. Insyallah ekonomi akan menjadi strong (kuat) seiring meningkatnya daya beli, maka bisnis akan tumbuh baik menuju tahun 2030. Dengan penghasilan tinggi maka rakyat akan mengkonsumsi makanan lebih besar, bisnis kuliner dan lainya akan tumbuh,” tandasnya.  Wardoyo