JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meninggal Kecelakaan, Sastrawan Hebat Kelahiran Sragen, Danarto Dimakamkan Bersanding Dengan Pusara Ibunya di Kampung Halaman Karangmalang

Jenasah sastrawan hebat kelahiran Sragen, Danarto tiba di rumah duka Rabu (11/4/2018). Foto/Wardoyo

IMG 20180412 WA0006 520x390
Jenasah sastrawan hebat kelahiran Sragen, Danarto saat hendak diberangkatkan dari rumah duka Rabu (11/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dunia sastra tanah air berduka. Salah satu sastrawan hebat yang pernah terlahir,  Danarto, meninggal dunia karena kecelakaan di RS Fatmawati Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2018).

Jenazah pria kelahiran Sragen 27 Juni 1940 itu akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya, Sragen Rabu (11/4/2018) siang.

Sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum TPU Ngasem Karangmalang, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di kediaman kakak tertua Muryono Jalan Kapuas 57 RT 4/7, Kampung Karangdowo, Kelurahan Sragen Tengah.

“Beliau (Danarto) berpesan kalau meninggal ingin disandingkan dengan pusara ibunya di Ngasem sana,” kata keponakan tertua Danarto, Wendi Herjuno, Rabu (11/4/2018).

Kepada wartawan Wendi menyampaikan Pemkab Sragen ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum pamannya. Rencananya, jenazah Danarto akan disemayamkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen.

Baca Juga :  Asyik Nongkrong di Taman Harmoni Karangmalang, 6 Orang Tertangkap Basah Tim Patroli PPKM dari Koramil dan Polsek. Saat Dirazia Oh Ternyata Tak Pakai Ini!

“Tapi dengan berbagai pertimbangan keluarga tidak jadi diizinkan. Karena sudah meninggal sejak kemarin, keluarga juga ingin jenazah segera dimakamkan,” terangnya.

Danarto lahir di Sragen 77 tahun silam dari seorang ibu bernama Siti Aminah, pedagang eceran di Pasar Kota Sragen. Ayah Danarto Djakio Hardjosoewarno, seorang buruh Pabrik Gula (PG) Modjo. Danarto adalah anak keempat dari lima bersaudara.

Dia menikah dengan Siti Zainab Luxfiati, seorang psikolog, yang biasa dipanggil Dunuk. Sayangnya, rumah tangga Danarto tidak berlangsung lama dan tidak dikaruniani anak.

“Mereka kemudian bercerai setelah lebih kurang 15 tahun berumah tangga. Bibi Dunuk meninggal dunia kalau tidak salah tahun 2016 lalu,” ungkap Wendi Herjuno.

Baca Juga :  Miris, Siswi SMP di Sukodono Sragen Juga Diperkosa Berjamaah oleh 3 Temannya di Kamar Mandi Balaidesa. Korban Digilir Bergantian Siang Hari

Selama kuliah di ASRI Yogyakarta, Dia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr, dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta. Pada tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.

Tahun 1983 juga pernah menyair dalam Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda. Dia pernah bergabung dengan Teater Sardono, yang melawat ke Eropa Barat dan Asia, 1974.

Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Danarto pernah mengadakan pameran lukisan di beberapa kota. Wardoyo