Misteri Sosok Putih Penyelamat Nyawanya dari Gempa Banjarnegara, Marlina Bertanya Apa Itu Malaikat?

Marlina yang selamat dari tragedi gempa Banjarnegara/Tribunnews

BANJARNEGARA – Dalam setiap tragedi, hampir selalu ada kejadian-kejadian “mistis” yang membuat pikiran bertanya-tanya, benarkah keajaiban dan kekuasaan-Nya benar-benar nyata atas umatnya.

Hal itu dirasakan benar oleh Marlina (18), warga Desa Kertosari Kalibening. Kini ia terlihat rileks di masa menjelang persalinannya, pembukaan 1. Tidak tampak muka tegang meski si jabang bayi mendesak terlahir ke dunia.

Padahal sebelumnya, Rabu (18/4/2018) lalu, rumahnya luluh  lantak dihajar gempa. Marlina adalah satu di antara puluhan ibu hamil lain yang selamat dari bencana alam itu.

Namun ia punya cerita lain sehingga bisa lolos dari maut. Ia menerima bisikan gaib yang membantunya untuk menyelamatkan diri.

Kamis siang, saat sebagian besar penduduk pergi ke ladang, Marlina yang telah hamil tua bertahan di dalam rumah bersama adik dan eyangnya. Sementara suaminya masih beraktivitas di kebun.

Di hari-hari menjelang persalinannya itu, Marlina dan keluarganya asyik menonton program televisi. Mereka tak sadar marabahaya tengah mengintai.

Di tengah keasyikannya menonton televisi, Marlina terhenyak dari tempat duduknya. Sesosok pria berlinang cahaya, tiba-tiba muncul di sampingnya. Ia tak sempat menghafal penampakan utuh sosok itu.

Yang pasti, perawakannya tinggi besar dengan fisik putih bersinar. Ia pun tak tahu sejak kapan atau dari arah mana sosok itu tiba-tiba ada di sebelahnya.

“Wujudnya cahaya putih, seperti pria tinggi besar,” katanya

Sosok itu rupanya tak sebatas menampakkan diri. Ia mengabarkan pesan penting tentang peristiwa yang akan terjadi.

Dengan logat bahasa lokal, ia membisikkan beberapa kata ke telinga Marlina. Ia mengingatkan Marlina agar segera mungkin beranjak dari tempat duduknya atau keluar meninggalkan rumah.

“Jagong duwur li aman (duduk di atas biar aman),” kata Marlina menirukan perkataan sosok itu.

Marlina tak pikir panjang. Ia tak sempat menghayati perkataan itu, atau mempertegas muasal sosok tersebut.
Cuaca di luar masih normal dengan terik yang sedang. Tidak ada pertanda alam yang menunjukkan bencana besar akan terjadi. Namun Marlina bersikukuh keluar rumah cepat-cepat.

Hingga beberapa detik kemudian, saat dia telah berhasil keluar, kilat menyambar dengan suara menggelegar.

Bumi berguncang hingga membuat kampung luluh lantak. Rumah-rumah penduduk hancur, termasuk tempat tinggal Marlina.

Celaka bagi orang-orang yang masih bertahan di dalam rumah saat peristiwa itu terjadi.

Eyang Marlina, Sempi jadi satu di antara puluhan korban luka karena tertimpa puing reruntuhan.

Sempi yang saat itu tiduran di dalam rumah ternyata masih tertinggal saat Marlina bergegas keluar rumah.

Marlina tak dapat membayangkan nasibnya seandainya dia masih bertahan di rumah saat gempa terjadi. Rumah yang sempat ia tinggali remuk.

Ia bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan dia hidup.

“Apa mungkin itu malaikat,” ujarnya. # Tribunnews