loading...


WONOGIRI-Museum Karst Indonesia di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri kini dibuka kembali. Sebelumnya selama lima bulan, museum di tengah area Global Geopark Gunung Sewu itu ditutup karena rusak diterjang banjir 2017.

Kendati sudah dibuka, masih ada sejumlah bagian museum yang belum boleh dilewati pengunjung. Pasalnya masih rusak dan amblas.

Koordinator Museum Karst Indonesia, Dwi Eko Rukmini mengungkapkan, pihaknya telah meminta izin kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pusat di Bandung untuk membuka kembali museum. Izin sudah keluar dan sejak pekan lalu, museum sudah dibuka lagi.

Baca Juga :  Punya Populasi Sapi Besar Tapi Wonogiri Justru Belum Punya Rumah Pemotongan Hewan

“Tapi pintu utama di depan gedung, lobi gedung, dan replika gua di lantai satu gedung, belum bisa dilewati. Ada beberapa tempat yang kami pasangi sekat, pengunjung tidak boleh melewatinya karena masih rusak,” terang dia, Kamis (26/4/2018).

Baca Juga :  Terungkap, Begini Cara Memastikan Senjata Api Siap Pakai dan Terawat

Sementara koleksi batuan karst yang sempat hanyut terbawa banjir kini dikembalikan ke posisinya semula.
Badan Geologi berencana memperbaiki bangunan museum tersebut. Mereka akan menurunkan konsultan perencana perbaikan terlebih dahulu guna mengetahui secara detail kerusakan dan cara perbaikannya.

“Setelah dibuka kembali, jumlah pengunjung selama hari libur atau Minggu bisa mencapai 500 orang,” ujar dia. Aris Arianto

Loading...