JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perangi Rentenir, BKK Karangmalang Sragen Launching Program Kredit Tanpa Agunan Maksimal Rp 2 Juta. Simak Kemudahannya!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menandatangani program kredit tanpa agunan untuk mengantisipasi rentenir di PD BKK Karangmalang, Rabu (25/4/2018). Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menandatangani program kredit tanpa agunan untuk mengantisipasi rentenir di PD BKK Karangmalang, Rabu (25/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Pemkab Sragen bersama Perusahaan Daerah (PD) BKK Karangmalang melaunching Kredit BPR BKK Air dan Kredit Sayang Mikro (KSM). Kedua produk kredit itu digagas denga. harapan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sragen dan menghapus ketergantungan dari rentenir.

“Kalau produk Kredit BKK Air bertujuan untuk pengembangan infrastruktur air minum dan sanitasi. Sedangkan Kredit Sayang Mikro bertujuan untuk membantu usaha mikro masyarakat dengan syarat relatif mudah dan bunga yang bersaing,” kata Dirut BPR BKK Karangmalang, Raji, Rabu (25/4/2018)).

Usai acara launching yang dilakukan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendopo Sumanegaran, Raji menyampaikan, KSM sengaja digulirkan untuk menanggulangi masyarakat usaha kecil dari jeratan rentenir. Kredit ini diberikan mulai Rp 2 juta.

Istimewanya,  kredit ini diberikan kepada masyarakat dan nasabah tanpa agunan. Hal itu dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan modal atau kredit dalam jumlah kecil dan ekonomi kecil.

“Makanya kita berikan layanan yang mudah dan cepat, bila syaratnya legkap dalam dua jam sudah bisa cair. Kredit ini diberikan sampai Rp 2 juta itu tanpa agunan. Tapi kalau sampai Rp 5 juta baru pakai agunan,” jelas Raji.

Baca Juga :  Miris, Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Ternyata Terburuk Kedua Nasional. DPRD Ungkap Insentif Nakes Juga Baru 66 %, Sriyanto Saputro: Ini Kan Aneh!!

Lebih lanjut,  Raji menjelaskan, sasaran dari KSM ini adalah para pedagang yang ada di pasar-pasar tradisional yang termasuk pedagang kecil seperti, pedagang oprokan, pedagang sayur, kuli panggul pasar dan lainnya. Mereka bisa ikut dalam KSM ini dengan syarat harus bersedia menabung setiap hari.

“Jadi menabung tiap hari, petugas datang untuk narik tabungan. Jadi nanti tiap bulan bisa langsung mengangsur sesuai nilai pinjamannya. Bunganya sangat ringan sekali,” terangnya.

Sedangkan Produk Kredit BPR BKK Air dítujukan untuk kelompok pengelola air minum dan sanitasi di perdesaan, atau biasa disebut BPSPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi), yang terbentuk dalam Program Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi).

Sragen saat ini memiliki 123 BPSPAMS yang tersebar di 20 kecamatan sejak tahun 2008. Melalui Program Pamsimas, pemerintah memberikan stimulan pada masyarakat untuk mengembangkan sistem air minum perpipaan di perdesaan.

Baca Juga :  Tergiur Tawaran Kerja di FB, Gadis Asal Sumberlawang Sragen Malah Diperdaya di Karanganyar

Sementara, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kredit air ini salah satu cara untuk mencapai target universal penyedia sarana air bersih untuk masyarakat tahun 2019. Pasalnya kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah, maka target itu tidak bisa dipenuhi sehingga diharapkan pihak perbankan ikut andil untuk membiayai. Wardoyo