loading...
Loading...
Lokasi Waduk Pidekso di Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri

WONOGIRI-Saat ini proyek pembangunan Waduk Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, distop sementara. Pasalnya target pembayaran tanah ganti rugi tidak sesuai target.

Informasi yang dihimpun, proyek akan dilanjutkan setelah pembayaran tanah sesuai target yang disepakati antara warga terdampak PT Pembangunan Perumahan selaku rekanan dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Tokoh pemuda Desa Pidekso, Eko Budi mengatakan, sesuai kesepakatan semula, pembayaran tanah ditargetkan sebanyak 50 bidang setiap dua pekan. Jika target belum terpenuhi, pengerjaan fisik dihentikan sementara dan akan dilanjutkan setelah target terpenuhi.

Baca Juga :  Pertamina Siapkan Penambahan 40.320 Tabung Elpiji di Wonogiri

“Pekan lalu, target tersebut belum terpenuhi, sehingga seluruh pihak diundang untuk berdialog pada Senin (23/4/2018). Pihak rekanan menghentikan proyek sementara sampai target pembayaran tanah terselesaikan,” kata dia, Selasa (24/4/2018).

Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu menerangkan, berencana mengajak perwakilan warga untuk berkunjung ke Lembaga  Manajemen Aset Negara (LMAN). Tujuannya, warga dapat mengetahui secara jelas mengenai proses pembebasan dan pembayaran tanah.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Untuk Bahan Bakar Mesin Pompa Air, Begini Tanggapan Pemkab Wonogiri

Pasalnya, pembebasan dan pembayaran tanah harus menjalani prosedur yang panjang. Selain itu, seluruh persyaratan harus dipenuhi. Misalnya perlu verifikasi dari Badan Pemeriksa Keuangan kemudian baru diberikan ke LMAN agar bisa dibayarkan.

“Saya pastikan semuanya akan dibayar. Tapi itu semua perlu proses,” terang dia

Baca Juga :  Kabar Wonogiri Terkini. Nakamura Hadir di Wonogiri, Layani Balita Hingga Lansia

Pihaknya juga mendorong BPK agar lebih cepat menyelesaikan verifikasi tanah terdampak tersebut.

Sampai saat ini, jumlah tanah yang telah dibayarkan mencapai lebih dari 500 bidang. Total tanah terdampak pembangunan Waduk Pidekso sebanyak 1.634 bidang seluas 332 hektare. Dana yang sudah dikeluarkan untuk membayar sampai saat ini mencapai lebih dari Rp 321 miliar. Aris Arianto

Iklan
Loading...