JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tarian Erotis di Pantai Kartini Jepara Ini Bikin Heboh

Ilustrasi/Tribunnews

JEPARA – Menjelang peringatan Hari Kartini 21 April, di Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah juatru terjadi peristiwa yang  membuat geger. Yakni adanya tarian erotis.

Peristiwa yang  menghebohkan Jepara itu berlangsung Sabtu (14/4/2018) dan dihadiri ratusan pengunjung.

Saat acara berlangsung ada anggota Komunitas Yamaha N-MAX yang sedang berkumpul.

Tiga wanita cantik yang hanya mengenakan pakaian dalam yaitu lingerie dan BH menari diiringi musik menghentak. Sementara ratusan pengunjung ikut berjoget.

Di pusat acara itu, tiga perempuan berjoget erotis sambil disemprot deburan air. Musik terus bergema sambil sejumlah pengunjung ikut berjoget.

Peristiwa yang diabadikan dengan video itupun diuanggah lewat youtube dan grup facebook Jepara dan langsung menjadi viral.

Hal itupun memunculkan pro kontra. Ada yang setuju nun banyak yang menyayangkan mengapa di Bumi Kartini dan menjelang 21 April Hari Kartini justru berlangsung hiburan yang “tidak mendidik” di Pantai Kartini.

Baca Juga :  Kapasitas Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Jateng Masih Aman

AKP Suharta, Kasat Reskrim Polres Jepara mengatakan, pihaknya telah memroses kasus tersebut. Sejumlah pihak juga telah dimintai keterangan.

“Sejumlah pihak juga telah kami mintai keterangan. Ada satu panitia yang telah kami tetapkan sebagai tersangka,” kara AKP Suharta saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (15/4/2018).

Menurutnya, seusai pertunjukan polisi langsung memanggil panitia. Dia mengatakan, baru ada satu tersangka. Ke depan akan ada pengembangan lagi terhadap kasus tersebut.

Tiga penari wanita yang hanya mengenakan bikini bikin sebagian pengunjung mencibir. Apalagi ada sejumlah anak-anak di lokasi Pantai Kartini, tempat wisata kondang di Jepara.

Tiga penari tersebut menari erotis sembari dikelilingi kaum adam.

Joko Wahyu Sutejo, pengelola Pantai Kartini membenarkan adanya video yang beredar terjadi di Pantai Kartini.

Terkait adanya tarian erotis oleh tiga wanita, dia mengaku tahu dari anak buahnya.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Minta Penderita Diabetes dam Hipertensi Tetap di Rumah Saja

“Benar memang ada komunitas N-Max yang sedang kumpul. Tapi saya tidak tahu kalau ada tarian erotis. Saat itu saya tidak di lokasi. Saat saya ke lokasi, acara sudah selesai,” kata Joko.

Dia mengatakan, sudah sejak jauh-jauh hari, panitia kegiatan sudah melayangkan surat izin penggunaan Pantai Kartini untuk acara kumpul sesama anggota Komunitas N-Max

Di dalam izinnya itu terdapat hiburan hanya organ tunggal. Tidak ada tarian erotis kayak di diskotik. Makanya kami boleh-boleh saja. Kalau tahu ada tari erotis ya pasti kami tidak perbolehkan sebelumnya,” katanya.

Akibat tragedi yang menggegerkan media sosial itu, dia juga termasuk orang yang harus menjalani pemeriksaan dari kepolisian.

“Karena saya sebagai pengelola. Tapi ya saya sampaikan apa adanya, bahwa sebelumnya tidak dicantumkan hiburan tari erotis,” kata dia. # Tribunnews