JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Wah, Senengnya Para Siswa Saat Museum Diboyong ke Sekolah

Tribunnews

JOGJA – Biasanya, museum merupakan objek wisata edukasi yang sepi pengunjung. Namun, terobosan yang dilakukan pengelola museum Benteng  Vastenburg Yogkayarta ini mendapat respon positif.

Terobosan itu  adalah model jemput bola, yakni memboyong museum ke sekolah. Program tersebit nyatanya memberikan terobosan  baru kepada siswa untuk belajar sejarah.

Bagaimana tidak, siswa yang ingin belajar sejarah, biasanya mendatangi museum.
Kini, benda yang ada dimuseum diangkut dan dipamerkan di ruang kelas sekolah.

Seorang siswi, Laras Novita Meliana mengatakan, kehadiran museum masuk sekolah sangat menyenangkan.

Menurutnya, benda yang ditampilkan dalam museum masuk sekolah benar-benar sesuai kebutuhan belajar para siswa. Sehingga, mempermudah baginya untuk mengenal sejarah.

Baca Juga :  Pulang dari Banten dan Surabaya, 4 Warga Gunungkidul Positif Covid-19

“Benda yang ada di museum masuk sekolah ini kan sudah disortir dan memang benar-benar ditujukan untuk dilihat. Berbeda dengan yang ada di museum beneran. Banyak benda, jadi malah susah,” ujar Laras, saat mengunjungi museum masuk sekolah, Selasa (17/4/2018)

Ia secara pribadi mengaku senang belajar di museum masuk sekolah, karena lebih efisien.
Meski tidak lengkap, para siswa bisa langsung datang dan belajar benda-benda sejarah yang ditampilkan.

“Sebenarnya memang untuk lebih lengkap, enak datang ke museum langsung. Tetapi kalau buat sisi edukasi, menurut saya, efisien museum masuk ke sekolah ini,” terang Siswi kelas XI Ipa 2 ini.

Baca Juga :  Pilkada 2020 Berdampak Pada Penambahan Kasus Positif Covid-19

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Nabila Zafira Riyanda. Ia mengaku nyaman dan senang bisa belajar sejarah di museum masuk sekolah.
Ada senjata pedang, meriam, alat makan, tas ransel masa perang, dan aneka patung pahlawan.

“Sama saja. Tapi menurut saya, enakan museum yang datang kesini. Bisa menambah wawasan dan belajar sejarah lebih nyaman,” terang dia. # Tribunnews