JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Warga Wonogiri Tolak Tarif Sewa Lahan PT KAI, Pasalnya Terlalu Tidak Wajar

Warga antri tiket KA di Stasiun Wonogiri, Rabu (11/4/2018). JSNews/Aris Arianto

Tarif sewa KAI
Warga antri tiket KA di Stasiun Wonogiri, Rabu (11/4/2018). JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Warga penyewa lahan PT KAI di Wonogiri mengeluhkan tingginya kenaikan tarif sewa. Mereka menyebut tarif terlalu tidak wajar.

Ketua Asosiasi Masyarakat Seputar Rel Wonogiri (AMSRI) Saman mengatakan, terkejut setelah menerima surat soal tarif sewa yang harus dibayar dari PT KAI. Pasalnya, melambung terlalu tinggi, dari semula hanya Rp 100 ribu pertahun, menjadi Rp 1,2 juta setahunnya, untuk lahan seluas 200 meter persegi. Ironisnya , kenaikan itu tanpa mekanisme pemberitahuan terlebih dahulu.

“Tahu-tahu sudah diberi surat kalau sewa yang harus saya bayar selama sepuluh tahun sejak 2007 sampai sekarang mencapai Rp 24 juta. Ini diluar kewajaran, kalau naik dua kali lipat masih bisa diterima, lha ini masak sampai puluhan kali lipat,” ungkap dia, Rabu (11/4/2018).

Baca Juga :  Video: Begini Cara Melakukan Razia dengan Pemeriksaan Kontak Badan di Dalam Rutan Kelas IIB Wonogiri saat Masih Ada Pandemi COVID-19

Kekagetannya tak berhenti sampai disitu saja. Besaran sewa harus dibayar dalam 15 hari. Jika tidak dibayar, akan turun surat peringatan dan berujung pada pemutusan kontrak sewa. Dia mengharap, sebelum dilakukan kenaikan tarif, semestinya diberitahukan dulu kepada warga.

Penyewa lainnya, Suyono menerangkan, penyewa tidak nakal dengan enggan membayar, terbukti pembayaran sewa sebelum tahun 2007 selalu berjalan lancar. Entah kenapa PT KAI tak lagi menarik iuran sewa sejak 2008, warga tak juga diberi informasi apapun. Tapi, penyewa justru beritikad baik dengan mendatangi petugas di Stasiun Wonogiri untuk membayar sewa mulai tahun 2008 dan seterusnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Gelar Razia di Rutan Kelas II B Wonogiri Dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan 2021, Petugas Temukan Korek Api Pisau Cukur Hingga Uang Tunai

Ditambahkan, hal ini juga dialami semua warga penyewa lahan milik PT.KAI disepanjang bantaran rel kereta api. Para warga saat ini pun nggresulo berkaitan dengan sewa lahan yang dinilai terlalu tinggi. Aris Arianto