Beranda Daerah Wonogiri 20 Titik Pamsimas Wonogiri Diarahkan ke Sisi Selatan Untuk Atasi Kekeringan

20 Titik Pamsimas Wonogiri Diarahkan ke Sisi Selatan Untuk Atasi Kekeringan

83
BAGIKAN
Telaga Joho Kecamatan Paranggupito yang mulai mengering

WONOGIRI-Sebagian besar program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Wonogiri akan diarahkan ke wilayah sisi selatan.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi secara permanen bencana kekeringan yang dialami sisi selatan Wonogiri setiap musim kemarau tiba.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, Wonogiri tahun ini menerima alokasi Pamsimas dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 12 titik dan dari dana pendampingan sebanyak 13 titik.

“Total dana yang digelontorkan untuk menjalankan program Pamsimas mencapai Rp 12 miliar,” kata Bupati, Rabu (2/5/2018).

Dari total program Pamsimas, sekitar 20 lokasi akan diarahkan ke selatan. Terutama delapan kecamatan yang sering mengalami kekeringan.

Adapun delapan kecamatan itu, antara lain Paranggupito, Pracimantoro, Manyaran, Eromoko, Selogiri, Giritontro, Giriwoyo, dan Nguntoronadi. Program Pamsimas dari pemerintah pusat akan dikombinasikan dengan program dari Pemkab Wonogiri untuk mengatasi kekeringan secara permanen.

Sebelumnya, Pemkab Wonogiri pada 2017 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air di Luweng Kuthah, Kecamatan Paranggupito. Dengan cara itu, air bisa disalurkan kepada 554 keluarga yang terdiri atas 1.300 jiwa.

Baca Juga :  Kecelakaan di Tukulrejo Giriwoyo. Asyik Ngobrol Bareng Penumpang Minibus Tabrakan Dengan Truk Muatan Getah Pinus

Tahun 2018 ini pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar. Sebagian besar atau sebanyak Rp 6 miliar digunakan untuk memaksimalkan Sumber Waru.

Adapun dana sebesar Rp 1 miliar lainnya diarahkan untuk mengatasi kekeringan di Goa Tirto, Kecamatan Giritontro dan Rp 1 miliar lagi untuk Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko. Sisanya nanti untuk membuat sumur-sumur artesis. Aris Arianto