loading...

Tim Ekspedisi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah saat menggekar dialog Kebangsaan di halaman Gedung Induk Siti Walidah Kampus UMS

SOLO-Belasan pemuda tersebut terlihat masih lelah. Mereka sebagian berselonjor, sebagian rebahan di rumput dan sebagian duduk di lapangan Halaman Gedung Induk Siti Walidah milik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di jalan Solo-Kartasura. Meski masih lelah, tetapi raut muka mereka terpancar kegembiraan. Senda gurau dan derai tawa tak pernah surut.

Para pemuda ini adalah anggota tim Ekspedisi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah, yang berkeliling Indonesia mengendari vespa. Mereka yang mampir UMS, Selasa (15/5/2018) malam kemarin adalah Tim Satu. Karena tim Ekspedisi Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah ini terbagi menjadi dua tim. Tim Satu, berangkat dari Jakarta menuju Papua, sedangkan Tim Dua berangkat dari Aceh.

Tema yang diusung pun cukup menggelitik, Ekspedisi Kebangsaan “Menggembirakan Keberagaman”. “Keberagaman di negeri ini adalah sunnatullah. Kita terdiri dari beragam suku bangsa, dan aneka keberagaman lainnya. Maka ini harus kita rayakan, kita harus gembira dengan keberagaman ini. Harus memberi energi positif dalam berbangsa dan bernegara bukan jadi energi negatif dalam interaksi antar anak bangsa,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammamdiyah, saat memimpin rombongan Ekspedisi Kebangsaan mampir ke Solo.

Di Kota Solo mereka diterima oleh pengurus Pimpinan Daeram Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Kemudian diterima Rektor UMS, Dr Sofyan Anif Msi. Di halaman UMS mereka menggelar dialog kebangsaan yang diikuti mahasiswa, KOKAM, pemuda muhamamdiyah dan masyarakat umum.

Dialog kebangsaan dikemas secara santai dengan nongkrong bareng diselingi penampilan musik. Sebagai narasumber adalah Sofyan Anif dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ketua Tim Ekspedisi Kebangsaan, Ahmad Fanani mengatakan, kegiatan itu bertujuan memberikan kesejukan di tengah politik yang saat ini mulai menghangat. Ekspedisi kebangsaan itu diikuti beragam komunitas, bukan hanya dari Pemuda Muhammadiyah.

Loading...

“Kami berasal dari beragam latar belakang. Tim ini juga berasal dari lintas iman. Tapi sepanjang perjalanan kami saling bahu membahu,” ungkap Fanani.

Dikatakan Fanani, keberagaman yang ada di tanah air harus terus dijaga, apalagi saat ini mulai terusik. Di saat politik yang mulai memanas jika tidak diberikan kesejukan maka akan berpotensi gesekan.

“Lewat ekspedisi kebangsaan ini, kami ingin menghadirkan kegembiraan. Mengapa yang dipilih vespa, karena persaudaraan komunitas ini sangat bagus. Peserta tidak hanya dari Muhammadiyah, tetapi juga lintas agama, suku dan latar belakang,” kata dia.

Ada program utama yang diusung tim ini di setiap kota atau tempat yang disinggahi. Yang pertama, nongkrong bareng membahas kebangsaan, lalu bakti sosial dengan memberikan makan buat kaum dhuafa, dan gotong royong membersihkan tempat ibadah serta mengunjungi tempat yang memiliki nilai sejarah bangsa atau situs kebudayaan. “Dialog kebangsaan kita kemas santai, nongkrong sambil membicarakan kebangsaan kita. Tim juga bersih-berish tempat ibadah, bisa masjid, gereja atau tempat ibadah lainnya,” katanya.

Saat mampir di Solo, dialog kebangsaan digelar di halaman kampus UMS, lalu sebelumnya meluncurkan warung dhuafa untuk kaum dhuafa di Pasar Kliwon. Saat mampir di Pekalongan mereka membagi sembako, membersihkan masjid. “Kami rata-rata membagikan 300 porsi makanan di kota yang kami singgahi,” ungkap Fanani seraya menambahkan jumlah peserta yang ikut juga selalu berubah-ubah lantaran di setiap kota kadang ada tambahan peserta.

Rektor UMS, Sofyan Anif mengaku bangga dengan kegiatan tim Ekspedisi Kebangsaan ini. “Apa yang dilakukan para pemuda yang tergabung dalam tim ini harus digelorakan. Ini sesuai dengan ajaran Muhammadiyah yang mengedepankan memperat persaudaraan dan persatuan bangsa. Sejak didirikan, Muhammadiyah ini bukan hanya melayani warga Muhammadiyah saja, tetapi memang untuk umat. Bahkan banyak amal usaha Muhammadiyah di wilayah Indonesia bagian timur, justru murid dan pasiennya mayoritas warga non-muslim. Muhammadiyah hadir untuk bangsa Indonesia yang penuh dengan keragaman,” ungkapnya.

Dahnil pun mengakui, semangat tim ini untuk menyusuri Indonesia sangat luar biasa. Meski berasal dari beragam latar belakang, namun mereka bersatu padu di jalanan dan menyelami kehidupan masyarakat di setiap kota yang disinggahi. “Kami menebarkan toleransi, persaudaraan dan kebhinekaan. Inilah salah satu cara kami untuk merawat keberagaman dan menjaga NKRI,” tambah Dahnil. (A Syahirul)

Loading...