loading...

Leyua DPRD Sragen, Bambang Samekfo (berbaju hitam) saat memediasi antara perwakilan warga Toyogo yang berdemo dengan PT Waskita dan SNJ sehingga demo akhirnya bisa terselesaikan, Sabtu (26/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi demo dengan memblokade jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) dan jalur Tunjungan-Gondang oleh warga Desa Toyogo, Sambungmacan, Sabtu (26/5/2018) sempat memanas. Namun kehadiran Ketua DPRD Sragen,  Bambang Samekto akhirnya menjadi penengah dan meredam kemarahan warga yang sempat memblokade dua jalan.

Kehadiran pimpinan DPRD asal Gondang itu juga membuat pihak PT Waskita dan perwakilan PT SNJ selaku pengelola Tol Soker,  keder. Setelah dilakukan mediasi antara perwakilan warga, Pemdes dan pihak Waskita maupun SNJ, persoalan tuntutan kompensasi hancurnya dua tugy dampak Tol Soker di desa itu pun bisa terselesaikan.

“Iya,  tadi warga sempat memblokade jalan. Kami mendapat laporan dan akhirnya datang ke lokasi. Saya minta jalan tidak ditutup karena akan mengganggu pengguna jalan lainnya. Dan tadi kami sudah minta pihak Waskita dan SNJ untuk menyelesaikan kompensasi dua tugu dan talud yang belum dibayarkan. Alhamdulillah tadi sudah disepakati dan akan diselesaikan sebelum Lebaran, ” papar Bambang,  ditemui di lokasi kejadian.

Selain persoalan kompensasi tugu,  ia juga meminta pihak Waskita dan SNJ segera memperbaiki jalan di sekitar lokasi Tol Soker yang rusak berat. Ia meminta lubang-lubang besar yang menghiasi jalur Tunjungan-Gondang bisa ditutup dengan material batu keras agar tidak mencelakakan pengendara.

“Sebab sebentar lagi juga jalur ini akan digunakan untuk arua mudik. Kami minta Waskita dan PT SNJ juga memperhatikan dan segera memperbaiki jalan yang rusak,” tukasnya.

Foto/Wardoyo

Aksi demo tadi pagi melibatkan puluhan warga dari Dukuh Karangasem dan Toyogo,  Desa Toyogo. Warga spontan langsung memblokir jalan dengan menutup pakai kayu,  balok dan motor.

Loading...

Ketua RT 1, Sugianto,  menuturkan aksi demo terpaksa digelar lantaran hingga kini janji kompensasi untuk dua tugu dan gapura tak kunjung ada pembayaran dan kejelasan.

“Kami mohon penjelasan tentang kompensasi pembangunan tugu/gapura. Lalu ganti rugi tugu RT 1 Dukuh Karangasem sekitar 20 juta dan tugu RT 04, Dukuh Karangasem sekitar 20 juta serta gorong-gorong 25 juta. Sampai sekarang nggak ada kejelasan dan belum dibayarkan. Padahal jalan Tol sudah mau jadi. Kami enggak ingin dibohongi, ” ujarnya kesal.

Menurutnya,  warga sudah berulangkali menanyakan hal itu ke perwakilan PT SNJ maupun Waskita di Sragen. Namun semuanya tanpa ada jawaban jelas.

Perwakilan PT Waskita,  Lukas mengatakan pengajuan tuntutan warga sudah diterima oleh pihak Waskita. Pihaknya akan melaksanakan pengecekan tentang permintaan warga itu dan mengusahakan akan memberikan jawaban tentang pemberian kompensasi sebelum lebaran. Wardoyo

Loading...