JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dugaan Pungli Mencuat di SDN Pilangsari Sragen. Wali Murid Resah Ditarik Rp 250.000 Untuk Laptop Kenang-Kenangan Kasek, Penerima KIP Juga Dipotong

Ilustrasi Pungli

SRAGEN-  Kalangan wali murid SDN Pilangsari 3, Ngrampal mengeluhkan kebijakan Kepala Sekolah (Kasek) yang meminta kenang-kenangan berupa laptop dari siswa kelas VI. Ironisnya, kenang-kenangan itu diminta dengan menarik pungutan ke siswa dan memotong jatah dana bantuan untuk siswa miskin penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Keluhan itu mencuat ketika sejumlah wali murid mengadukan pungutan itu ke LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sabtu (5/5/2018). Divisi Hukum dan HAM Formas,  Sri Wahono menuturkan keluhan sebagian besar wali murid intinya keberatan dengan kebijakan Kasek yang meminta kenang-kenangan sebuah lapyop merk Toshiba.

Baca Juga :  Fakta Baru Pencabulan Belasan Santri di Sragen. Para Korban Dicabuli di Sawah-Sawah, Modusnya Tiap Malam Digilir Satu Persatu

“Harganya Rp 6 juta dan dibebankan kepada 28 siswa. Per siswa ditarik Rp 250.000 sehingga totalnya dapat Rp 7 juta, ” paparnya kepada wartawan.

Dari laporan wali murid,  pembayaran sudah lunas hari Rabu (2/5/2018) bersamaan dengan dimulainya Ujian Nasional (UN) SD.

Advertisement
Baca Juga :  Anak dan Suami Masih Rindu Menanti, Penjual Siomai Cantik Asal Sukodono Tetap Ngotot Minta Cerai. Alasannya Katanya Sudah Nggak Jodoh

Salah satu wali murid berinisial BR,  menuturkan untuk kepentingan itu,  dana bantuan kartu indonesia pintar ( KIP ) milik siswa yang mendapatkan KIP juga diketahui langsung dipotong untuk bayar kenang-kenangan laptop.

Salah satu murid penerima dana KIP Rp 450.000 yang diambil dari Bank BRI Unit Pilangsari oleh gurunya, diketahui tinggal 425.000.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua