loading...
Loading...
Kapolsek Plupuh AKP Sunarso bersama tim Damkar dan warga berjibaku memadamkan api. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Berhati-hatilah dengan puntung rokok. Meski sepele,  membuang puntung rokok sembarangan bisa berdampak fatal.

Seperti kejadian di Dukuh Tulusari RT 11, Desa Karangwaru, Plupuh,  Jumat (11/5/2018). Gara-gara puntung rokok yang dibuang di dekat jerami di rumah Suratiyem (62) membuat warga sekampung geger dan kalang kabut berjibaku memadamkan kebakaran.

Rupanya puntung rokok yang dibuang oleh anak Suratiyem, Ngadimin itu mengenai tumpukan jerami kering.

Kebakaran hebat pun terjadi dan api dengan cepat berkobar membakar tumpukan jerami di kandang belakang rumah korban.

Baca Juga :  10.000 Warga Sragen Deklarasikan Tertib Lalulintas Lewat MRSF. Jokowi Sebut 30.000 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan! 

Kondisi siang hari dan udara panas membuat kobaran api makin menjadi.

Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan membantu memadamkan api.

Tiga mobil pemadam datang dan membantu pemadaman. Berkat kesigapan warga dan aparat,  kebakaran lebih fatal berhasil dicegah. Namun akibat kebakaran itu,  bangunan dan jerami sudah hangus sehingga mengakibatkan kerugian material Rp 3 juta.

Baca Juga :  Kagumi Sragen, Menteri Puan Maharani Minta Warga Berani Lapor Jika Penerima Bantuan Pemerintah Dikurangi! 

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Plupuh AKP Sunarso,menuturkan kronologi kejadian bermula ketika korban pada saat kejadian dirumah sibuk di belakang rumah, kemudian keluar melihat tumpukan jerami sudah terbakar.

“Korban berteriak minta tolong dan warga sekitar berdatangan berusaha memadamkan api, sekitar 30 menit api bisa dipadamkan. Api yang membakar tumpukan jerami itu berasal dari putung rokok milik anak korban Ngadimin (anak korban mengalami gangguan jiwa) yang membuang puntung rokok sembarangan,” paparnya. Wardoyo

Baca Juga :  Bupati Sragen Sesalkan Kalender Prabowo-Sandi Catut Logo Pemkab. Minta Bawaslu Usut Tuntas, Tegaskan Pemda Harus Netral! 

 


Loading...