loading...


AKBP Arif Budiman. Foto/JSnews

SRAGEN- Bicara soal pungutan liar (pungli) di negeri ini agaknya sama peliknya ketika membahas korupsi. Tak terhitung berapa banyak pelaku yang sudah terhukum, faktanya dua praktik yang konon disebut sudah mengakar itu belum jua mampu dibersihkan.

Namun, di tengah mencuatnya semangat pemberantasan pungli akhir-akhir ini, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membagikan lima jurus ampuh untuk menghadapi oknum aparat atau preman yang masih nekat melakukan pungli di jalan.

“Pertama apabila ada oknum aparat yang mencoba meminta pungli di jalan, silahkan bisa memvideokan. Langkah kedua, segera laporkan dan kirim ke saya bisa via SMS atau WA di nomor saya 081 253 521 999. Pasti langsung kita tindaklanjuti, asalkan memang itu fakta dan bisa dipertanggungjawabkan. Apabila terbukti, oknumnya langsung kita proses dan tindak,” papar Kapolres, Sabtu (12/5/2018).

Baca Juga :  Bandar Sabu Sidoharjo Sragen Digerebek Polisi. Ditangkap Saat Hendak Bertransaksi di Masaran

Jurus ketiga, jika tak punya keberanian atau kesempatan untuk memvideokan, Kapolres menyarankan agar mencatat identitas dari oknum aparat tersebut. Identitas itu bisa dikirimkan dan dilaporkan pula ke dirinya atau ke saluran-saluran laporan Saber Pungli yang nomornya juga sudah disebar dan dipampangkan di semua Polsek.

“Jurus keempat, masyarakat juga bisa melaporkan tindakan pungli oleh oknum aparat atau siapapun lewat personel Babhinkamtibmas yang ada di setiap desa. Kami sudah instruksikan semua Bhabinkamtibmas untuk terjun ke masyarakat, menyerap informasi, masukan jika masih ada pungli di jalanan,” tukas Kapolres.

Jurus terakhir, masyarakat bisa mendownload aplikasi Saber Pungli Sragen via google play atau playstore melalui HP Android dan kemudian melaporkan temuan atau praktik pungli lewat saluran itu. Kapolres menggaransi, semua laporan asalkan didukung data, akan langsung ditindaklanjuti dengan cepat. Lantas, identitas pelapor juga akan dijamin kerahasiannya.

Baca Juga :  Curhat Bupati Sragen Kenaikan Gaji PNS 5 % Buat Pemkab Nombok Rp 15 M. Minta Pusat Imbangi Anggaran Memadai! 

“Dan setiap perkembangan penanganan juga akan kami sampaikan. Kami juga sudah membentuk tim saber pungli yang siap melakukan penertiban dan penindakan terhadap anggota apabila masih melakukan pungli dalam pelayanan,” tuturnya.

Menurut Kapolres, upaya itu dilakukan sebagai bentuk ketegasannya dalam memerangi praktik pungli dan menjaga Polres Sragen zero pungli. Sebab dalam pandangannya, praktik pungli memiliki efek domino yang sangat merugikan masyarakat sehingga tak ada alasan lain kecuali memerangi dan memberantasnya.

“Contoh nih angkutan beras karena Sragen terkenal dengan produksi beras. Ongkos angkut beras dari Sragen ke Jakarta misalnya Rp 500, tapi ternyata di jalan ada pungutan sehingga ongkosnya membengkak jadi Rp 1.000. Dampaknya adalah harga komoditas beras itu pasti sampai di lokasi tujuan akan melambung. Siapa yang akhirnya dirugikan? Masyarakat juga. Makanya semua kami harap satu frekuensi dan punya tanggungjawab untuk bersama-sama mencegah dan memberantas praktik pungli,” tegasnya. Wardoyo

Loading...