loading...
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (tiga kanan) didampingi Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi (kanan) saat memberikan bantuan kepada pondok pesantren, di GOR UMS, Senin (21/5/2018).

SOLO – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meluncurkan program Penumbuhan Wirausaha Baru untuk kalangan santri pesantren, Senin (21/5/2018) bertempat di GOR Universitas Muhammadiyyah Surakarta (UMS).

Pencanangan program wirausaha baru bagi kalabgan pesantren tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dari sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah.

Mengenai alasan menggandeng kalangan pesantren, Menteri Airlangga menjelaskan, pesantren berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil menengah (IKM).

“Pesantren punya potensi luar biasa untuk menumbuhkan sektor industri IKM. Mayoritas santri adalah dari generasi muda yang berpendidikan, memiliki integritas, serta mental yang tangguh. Ini modal tersendiri untuk menciptakan calon entreprenuer yang tangguh. Makanya saya ajak para santri jadi pengusaha. Kita mulai dari kecil, kalau tekun bisa jadi besar. Siapa tahu yang sekarang masih belajar, enam tahun lagi bisa jadi pengusaha sukses. Karena pemain start up di Indonesia juga muda-muda dan banyak yang sukses,” ungkap Menteri, di hadapan 1.000 santri di GOR UMS, Senin (21/5/2018).

Baca Juga :  Pilkades Serentak Sukoharjo 2018. Lebih Rawan Daripada Pilgub

Ditambahkan Airlangga, pesantren juga punya peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia khususnya dalam implementasi industri 4.0. “Dalam menghadapi industri 4.0, Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada tahun 2030 yang berarti jumlah angkatan kerja produktif akan lebih besar. Hal ini ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif yakni 15-64 akan mencapai 70 persen dari total angkatan kerja. Disinilah santri yang punya mental kuat bisa menjadi pengusaha baru,” paparnya.

Baca Juga :  Begini Langkah Menstabilkan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru di Sukoharjo

Ditambahkannya, pada tahun 2018 ini, Kemenperin telah melakaukan kegiatan bimbingan teknis pengembangan produk IKM di kalangan pesantren. Di antaranya, bimbingan pembuatan makanan ringan di Pondok Muhammadiyyah Nuriyah Shabran, pengelasan di Muhammadiyyah Boarding School Yogyakarta, pengelohana limbah plasatik pada santri Hidayatul Mubtadin Lirboyo, perbengkelan roda dua di pesantren Suryalaya Tasikmalaya, pengembangan usaha kopi di pesantren Al Ittifaq Bandung dan lainnya.

Baca Juga :  Mulai 2019 Pejabat Eselon IV Sukoharjo Wajib Susun e-LHKPN

Dalam acara peluncuran Program Penumbuhan Wirausaha Baru di kalangan pesantren, juga diserahkan fasilitas mesin peralatan secara simbolis kepada sejumlah pesantren. (Triawati Purwanto)


Loading...