loading...


Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA – Hati-hati bagi Anda yang memasuki kawasan Kota Yogyakarta, karena Satlantas Polresta setempat bakal memberlakukan  batas kecepatan dalam berkendara, yakni maksimal 40 Km per jam.

Hal itu bertujuan untuk  menekan angka fatalitas kecelakaan (laka) di Kota Yogyakarta, Karena itu, bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polresta Yogyakarta akan melalukan pemasangan rambu-rambu terkait batas kecepatan kendaraan bermotor yang memasuki Kota Yogyakarta.

Adapun batas kecepatan yang ditentukan kepada pengendara kendaraan bermotor 40 kilometer perjam.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, Kompol Dwi Prasetyo mengatakan, bahwa peraturan mengenai batas kecepatan saat berkendara, khususnya saat memasuki Kota telah ada sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  Perpustakaan Alternatif di Jogja Manjakan Pembaca, Buka Sampai 03.30 Plus Internet Gratis

Peraturan batas kecepatan itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.

Lanjutnya, selain mengacu pada peraturan tersebut, penentuan batas kecepatan maksimum kendaraan bermotor juga mempengaruhi angka fatalitas laka di Kota Yogyakarta.

“Hasil anev penyebab fasilitas korban laka adalah pelanggaran batas kecepatan, karena itu akan ditambah rambu mengenai batas kecepatan maksimal masuk Kota Jogja yaitu 40 kilometer perjam,” katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Selasa (29/5/2018).

Kasat Lantas menuturkan pula, pemasangan rambu terkait batas maksimum kendaraan bermotor yang masuk ke Kota Yogyakarta dipasang di beberapa titik.

Baca Juga :  Kecelakaan Permainan Bianglala di Pasar Malam Sekaten Alun-alun Utara Yogyakarta. Begini Kronologinya

Dikatakannya pula, rambu tersebut tidak akan dipasang di jalur negara, yang mana di jalur tersebut memiliki peraturan berbeda terkait batas kecepatan kendaraan bermotor.

“Untuk pemasangan rambu akan dilakukan dari Dishub, kami akan beri himbauan untuk memasang beberapa titik saat masuk Kota Jogja, khususnya di jalur yang rawan laka,” ujarnya.

Disinggung mengenai akan ditempatkannya personel di titik-titik yang dipasangi rambu tersebut terkait penindakan belum bisa dipastikan pihaknya.

Hal itu dikarenakan pihaknya perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dishub.

Baca Juga :  Bupati Sleman Bilang Passing Grade untuk Tes Seleksi CPNS Terlalu Tinggi

“Untuk spesifik penindakan terkait pelanggaran batas kecepatan belum. Tapi apabila laka fasilitas korban penyebab pelanggaran batas kecepatan selain korban, bisa ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya. # Tribunnews

Loading...