Beranda Umum Nasional Heboh, Peserta SBMPTN 2018 Melahirkan di Toilet!

Heboh, Peserta SBMPTN 2018 Melahirkan di Toilet!

166
BAGIKAN
Iklan Baris Joglosemar News
Ilustrasi/Tribunnews

Hari pertama pelaksanaan SBMPTN di kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/5/2018) kemarin heboh. Seorang peserta berinisial  IF (18) melahirkan seorang bayi laki-laki di toilet kampus tersebut.

Wanita asal Kabupaten Enrekang, melahirkan tanpa bantuan tenaga medis saat ribuan peserta sedang mengerjakan ujian. Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman mengatakan, IF kedapatan oleh petugas SBMPTN tiga kali keluar masuk toilet dengan kondisi meringis dan pucat.

Saat itu, ujian di ruang Pusat Bahasa sudah berlangsung sekitar 30 menit.

“Dia ke toilet bolak-balik tiga kali. Yang ketiga kalinya tinggal agak lama, kurang lebih setengah jam,” ujar Ishaq.

Setelah itu, petugas tidak memperbolehkannya kembali ke dalam ruangan saat SBMPTN masuk sesi kedua.

“Petugas SBMPTN pun tidak membiarkan masuk ke dalam ruang ujian. Apalagi pada pakaian IF terdapat bercak darah dan dalam kondisi basah. IF pun dianjurkan diperiksa kesehatannya oleh tim medis yang telah disediakan,” katanya.

Peristiwa ini awalnya diketahui setelah Suri (41), seorang petugas kebersihan kampus yang menemukan bayi masih berlumuran darah di dalam toilet. Suri mengaku mendengar suara tangisan bayi sekitar pukul 12.00 WITA.

“Saat membuka penutup bak air kloset ditemukan seorang bayi laki-laki yang masih terlilit dengan ari-ari dan masih berlumuran darah yang disimpan dalam bak air,” ujar Suri.

Baca Juga :  Ahok Ucapkan Selamat Idul Fitri dari Balik Jeruji Besi, Ini Coretannya

Bayi tersebut langsung dilarikan ke RS Unhas untuk mendapatkan pertolongan tim medis, Demikian pula sang ibu.

“Saat bayi laki-laki seberat 1,4 kg dan IF diperiksa kesehatannya di ruangan IGD yang sama, barulah tim medis mendapat kepastian. IF mengakui bahwa bayi tersebut adalah anaknya yang baru dilahirkan dalam toilet,” ungkapnya.

IF pun dipastikan tak lulus karena tidak menyelesaikan SBMPTN. Kasus penemuan bayi ini selanjutnya diserahkan pihak Unhas ke aparat kepolisian Polsekta Tamalanrea guna proses penyelidikan.

Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan rasa prihatin.

“Namun saya juga bersyukur bahwa ia dan bayi tersebut dalam keadaan selamat. Ini menunjukkan bahwa keberadaan tim medis ini sangat penting dalam situasi seperti ini,” kata Dwia.

www.tribunnews.com