loading...
Ilustrasi

SOLO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo mulai memetakan titik pasar tumpah yang diprediksi akan terjadi menjelang lebaran nanti. Pasar tumpah tersebut juga berpotensi menimbulkan kemacetan di titik tersebut.

“Pasar tumpah muncul seminggu sebelum dan sesudah lebaran,” ujar Kepala Disdag Solo Subagiyo, Rabu (30/5/2018).

“Mereka yang dipasar tumpah biasanya jual kebutuhan lebaran seperti janur, bunga dan makanan,” imbuh Subagiyo.

Menurutnya ada 15 titik pasar tumpah dengan jumlah pedagang mencapai ratusan.

Baca Juga :  Ndalem Joyokusuman, Ndalem Priyosuhartan dan Graha Wisata Akan Dijadikan Tempat Karantina, Termasuk untuk Pemudik

“Seluruh lurah pasar, terutama yang lokasinya rawan jadi pasar tumpah akan kita kumpulkan, kami akan beri pengarahan untuk antisipasi pasar tumpah,” kata dia.

Menurut Subagiyo pasar-pasar yang terletak di jalan protokol dan jalan besar yang sering terjadi pasar tumpah.

“Seperti di Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Kadipolo, Pasar Jongke, Pasar Rejosari, dan Pasar Nusukan,” katanya.

Disdag mulai memetakan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi efek yang ditimbulkan dari pasar tumpah.

Baca Juga :  Graha Wisata Disiapkan Untuk Lokasi Karantina Pemudik di Solo

“Nanti H-7 dan H+7 akan ada tim gabungan yang patroli, ” kata Kepala Disdag.

www.tribunnews.com