Beranda Daerah Sragen Proyek Jalan Berdana Rp 9 Miliar Dinilai Asal-asalan. Pengawas dan Rekanan Gelagapan...

Proyek Jalan Berdana Rp 9 Miliar Dinilai Asal-asalan. Pengawas dan Rekanan Gelagapan Disidak Pimpinan DPRD Sragen dan Temukan Banyak Ketidaksesuaian

468
BAGIKAN
Kondisi proyek jalan Tunggul-Winong di perempatan Tawang, tidak ada petugas pengatur (flagman) sehingga membuat arus kendaraan semrawut Jumat (11/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Proyek jalan Tunggul-Winong yang menghubungkan Kecamatan Gondang-Sambirejo mendapat sorotan tajam dari DPRD setempat. Pasalnya hasil inspeksi mendadak (sidak) pimpinan DPRD Sragen, menemukan banyak pelanggaran dan pengerjaan yang kurang sesuai.

Temuan itu mengemuka saat digelar sidak di lokasi proyek oleh Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto Jumat (11/5/2018). Legislator asal Gondang itu terkejut setelah melihat kondisi di lapangan.

“Lha ini petugas yang ngatur mana (flagman). Tadi saya lihat sepanjang dari Tunggul sampai Tawang nggak ada satu pun petugas flagman yang ngatur pengendara. Padahal aturannya di setiap pertemuan atau potongan lajur yang dicor itu ada petugasnya. Akibatnya banyak pengendara di persimpangan yang dumpyuk dan semrawut,” paparnya saat bertanya ke pengawas proyek dari PNS DPU Sragen, Harsono.

Harsono mengakui memang harusnya ada flagman namun ia sendiri juga tak melihat flagman yang harusnya disiagakan dan menjadi tanggungjawab rekanan. Kemudian berusaha mencari pihak perwakilan rekanan pelaksana proyek. Tak lama berselang, asisten rekanan pelaksana datang menghampiri.

Saat ditanya kok tidak ada flagman, asisten itu kebingungan. Asisten itu kemudian mencoba berkilah dengan menjawab sebenarnya ada flagman yang sudah disiagakan di setiap perempatan atau titik persimpangan cor. Namun ia beralibi siang tadi semua kebetulan belum kelihatan.

“Harusnya memang di setiap perempatan atau persimpangan itu kan ada flagmannya. Nanti dikasih, kalau enggak kan bisa semrawut. Itu memang tanggungjawab rekanan pelaksana,” ujar Harsono, memerintahkan asisten rekanan.

Tak hanya petugas yang tak ada, Bambang Widjo juga menemukan tak ada kantor perwakilan rekanan di lokasi proyek. Padahal menurutnya proyek dengan anggaran Rp 9 miliar itu seharusnya ada kantornya.

Lantas ia juga menanyakan perihal pemasangan wiremesh dan besi dowel yang sempat ia temukan kurang sesuai. Temuannya ada pemasangan wiremesh yang digeser tak sesuai dengan ukurannya dan besi dowel yang jumlahnya dikurangi.

Baca Juga :  Sidak Arus Balik ke Sragen, Wakapolda Jatim Kaget Temukan Banyak Pemudik Malah Balik ke Timur

“Anggaran Rp 9 miliar nggak ada kantornya kan nggak lucu. Kalau ada aduan dan ada apa-apa terus mencari rekanannya ke mana. Kami warga Gondang jadi tahu betul dan mengawasi bagaimana proyek ini berjalan. Saya juga dulu orang DPU, jadi jangan coba-coba mengerjakan proyek di sini hanya asal-asalan. Masyarakat juga mengawasi,” tutur Bambang.

Atas temuan itu, ia meminta pengawas lebih tegas memperingatkan kepada rekanan segera memperbaiki dan membenahi kekurangan. Bambang juga mengaku akan segera memanggil Kepala DPU terkait pengerjaan jalan Tunggul-Winong yang ditemukan banyak pelanggaran.

Perihal progress pekerjaan, asisten rekanan menjawab saat ini progressnya sudah 40 persen dan pengecoran akan dilanjutkan hari ketiga puasa atau tanggal 19 Mei mendatang.

Sementara, saat dikroscek via HP, Kepala DPU-PR Sragen, Marija mengatakan ada dua pengawas proyek dari DPU yang dipasang di proyek jalan Tunggul-Winong. Perihal kantor rekanan, menurutnya hal itu memang tidak dianggarkan sedang soal tiadanya petugas flagman, ia berjanji akan memanggil pengawas.

“Pengawasnya keliling mas jadi nggak ada anggaran untuk kantor. Ya ngko tak panggile Mas,” ujarnya saat ditelepon DPRD dari lokasi sidak. Wardoyo