loading...


tribunnews

Pada saat bulan Ramadan setiap bakda Isyak umat Islam pada umumnya melaksanakan ibadah salat tarawih. Ternyata selain mendapat pahala, salat tarawih juga bisa menyehatkan badan.

“Tarawih ternyata bermanfaat dalam membakar kalori setelah berbuka,” tutur Rissa Saputri SGz, Ahli gizi dari Banjarmasin.

Ibadah ini juga menyehatkan jantung dan ginjal, menstabilkan kadar gula darah, melancarkan fungsi pencernaan sehingga mencegah sembelit, dan lain-lain.

Mengapa demikian?

Salat memiliki gerakan-gerakan yang bersifat seperti melakukan peregangan dan olahraga ringan.

Kurang lebih 200 kalori terbakar dengan melakukan sholat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Kegiatan ini akan membakar kalori berlebih yang kita peroleh saat makan berbuka puasa 1-2 jam sebelumnya.

Baca Juga :  Wouw, Toilet Ini Bisa Mendeteksi Tanda-tanda Penyakit Diabetes dan Kanker

Gula darah akan mengalami kenaikan secara perlahan pada saat itu, dan dengan melakukan ibadah sholat tarawih, glukosa darah akan lebih cepat dibakar menjadi CO2 dan H2O.

Gerakan fisik saat melakukan salat akan meningkatkan respon fleksibilitas, koordinasi dan relaksasi.

Aktivitas tersebut juga mengurangi respon autonom yang berhubungan dengan stress dan melegakan kekhawatiran serta depresi.

Adrenalin dan noradrenalin juga disekresikan selama melakukan akitvitas salat malam. Kedua neurotransmitter ini bertanggungjawab dalam menjaga tubuh tetap siaga setelah melakukan aktivitas sholat.

Baca Juga :  Ini Daftar Kosmetik Ilegal dan Berbahaya. Beberapa Artis Di-endorse Merk-merk Produk Kosmetik Oplosan Tersebut

Hal ini menjadikan salat malam suatu hal yang unik dimana terjadi kombinasi gerakan, perasaan damai, rasa euphoria dan keluhuran.

Gerakan yang berulang dan teratur selama sholat akan meningkatkan tonus dan kekuatan, tendon, fleksibilitas sendi dan jumlah darah yang dipompa oleh jantung.

Gerakan tubuh akan membantu mencegah osteoporosis pada tulang usia tua yang mulai keropos (osteoporotik).

Sebagai contoh, peregangan yang dilakukan oleh lengan bawah saat mengangkat tubuh setelah sujud akan meningkatkan konten mineral pada tulang lengan bawah.

Jumlah beban yang bervariasi dari setiap gerakan sholat akan memberikan efek lubrikasi/melancarkan aliran cairan synovial pada tulang-tulang sendi. Hal ini merupakan proses yang menunjuang terpeliharanya fleksibilitas pada sendi tubuh.

Baca Juga :  Masih Banyak Yang Percaya Biopsi Malah Bisa Perparah Tumor, Tapi Ini Kata Dokter

www.tribunnews.com

Loading...