loading...


Foto/Tempo.co

BANDUNG –  Polda Jawa Barat resmi  menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara atau SP3 terhadap kasus penodaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Tidak cukup alat bukti menjadi alasan polisi menghentikan kasus itu.

“Kasusnya oleh tim penyidik sudah dihentikan itu sekitar Februari (2018) akhir,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko saat dihubungi wartawan Jumat (4/5/2018).

Alasan kepolisian menghentikan perkara penyidikan kasus itu lantaran berdasarkan hasil penyidikan ternyata kasus yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab itu tidak cukup alat bukti.

Baca Juga :  Sandi Sempat Minta Dukungan, Tapi Yusril Kesulitan Hubungi Prabowo

“Kan gini, kita sudah melakukan proses penyidikan secara keseluruhan dan komprehensif, namun itu kurang bukti,” katanya. Laporannya itu cuma 1, dari ibu Sukmawati, dengan nomor laporan LP/1077/X/2016.” jelasnya.

Pada Oktober 2016 lalu,Rizieq Shihab dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri terkait dugaan penodaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik presiden pertama RI, Soekarno.

Pada Januari 2017 lalu, Polda Jabar pun meningkatkan status Rizieq Shihab dari saksi terlapor menjadi tersangka. Rizieq diduga melanggar Pasal 154 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan lambang negara dan Pasal 310 tentang pencemaran nama baik.

Baca Juga :  Ditinggal Mati Suaminya, 5 Istri Korban Lion Air Berebut Uang Asuransi

Rizieq saat ini berada di Arab Saudi. Ia terbang ke Arab Saudi karena menganggap dirinya dikriminalisasi. Selain kasus di Polda Jawa Barat, Rizieq Shihab juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan chat mesum dengan Firza Husein. Belum terdengar lagi perkembangan kasus ini di Polda Metro Jay.

Baca Juga :  Ini Poin-poin Penting Perpres Nomor 96 Tahun 2018 , Kini Urus e-KTP dan KK Tak Perlu Surat RT/RW

www.tempo.co

 

Loading...