loading...


Tim Polsek Kalijambe saat menggerebek dan memberikan pembinaan kepada beberapa pasangan anak-anak yanh tertangkap basah pacaran di Menara Pandang Kalijambe, Jumat (4/5/2018). Foto/istimewa

SRAGEN- Perilaku anak dan remaja zaman now, memang makin memprihatinkan. Salah satunya,  di Kalijambe Sragen ini.

Sejumlah pasangan bocah muda-mudi usia di bawah 14 tahun tertangkap basah saat berdua-duaan di Menara Pandang,  Kalijambe,  Jumat (4/5/2018). Karena meresahkan warga dan diduga berbuat tak senonoh,  mereka kemudian digerebek dan diberikan pembinaan oleh Tim Polsek setempat.

Data yang dihimpun,  penggerebekan dipimpin oleh Ka SPKT Aiptu Yasso bersama Bripka Lilik Andoko dan Bhabinkamtibmas Bripka Jumadi. Tim yang sedang melakukan patroli kamtibmas mendadak mendapat laporan warga yang resah dengan lokasi menara pandang di Kalijambe yang sering dijadikan lokasi pacaran ABG-ABG dan ditengarai jadi ajang tak senonoh.

Baca Juga :  Kisah Trenyuh Siswa MTSN Kalijambe Sragen Juara Lomba Robotika Nasional. Dicky Hanya Anak Penjual Nasi Goreng, Satu-Satunya Finalis yang Tak Punya HP

“Dari laporan itu,  tim langsung meluncur ke lokasi menara pandang. Setiba di sana,  memang mendapati beberapa anak remaja laki-laki yang berpacaran dengan remaja perempuan. anak – anak laki – laki perempuan,” papar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi.

Menurutnya,  saat digerebek,  para pasangan bocah itu memang asyik berpacaran. Tindakan mereka itu telah memicu keresahan warga yang sering menilai aksi ABG-ABG itu identik dengan melakukan perbuatan tak senonoh.

Baca Juga :  Salut, Peringati Hari Pahlawan Ratusan Napi Lapas Sragen Serempak Nyanyikan Lagu Nasional. Kalapas Serukan Semua Bisa Jadi Pahlawan! 

“Karena masih anak-anak,  mereka dilakukan pendataan dan tadi langsung kami berikan pembinaan. Mereka kami beri pengarahan dan kemudian diminta membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing, ” jelas Kapolsek.

Mereka juga diingatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kapolsek menambahkan aksi penggerebekan itu dilakukan dalam rangka memberantas premanisme dan pekat di masyarakat.

Hal itu juga untuk menekan kenakalan remaja dan menciptakan kondusivitas wilayah. Wardoyo

Loading...